47 Prefektur Jepang Vol.11 – Ini hal yang luar biasa untuk warga Prefektur Tochigi!

Geografis Jepang memanjang secara vertikal dari Hokkaido ke Okinawa. Iklim yang berbeda juga mempengaruhi perbedaan karakter dan pola pikir masyarakat, tergantung dari prefekturnya. Kalau membandingkan karakteristik setiap prefektur, kamu akan melihat perbedaan dari mulai budaya sampai makanan khas daerahnya. Series artikel ini berbeda dari artikel wisata yang biasa. Di sini kamu akan mengetahui budaya lokal yang sebenarnya dari setiap prefektur. Di Vol. 11, kami akan memperkenalkan Prefektur Tochigi, yang populer di kalangan wisatawan mancanegara dengan Kuil Nikko Toshogu dan Taman Bunga Ashikaga (Ashikaga Flower Park).

“Hal-hal menakjubkan tentang 47 Prefektur di Jepang!” Vol.11 - Ini hal yang luar biasa untuk warga Prefektur Tochigi

Warga Prefektur Tochigi cenderung pasif dan tidak suka dengan perubahan? Meskipun begitu, kalau sudah memutuskan sesuatu, mereka akan melanjutkannya dengan sepenuh hati

Pada dasarnya orang Jepang secara keseluruhan tidak begitu agresif, tapi warga Prefektur Tochigi lebih pasif lagi. Karena karakteristik prefekturnya yang lebih tertutup, kamu mungkin tidak punya kesan yang baik saat pertama kali berinteraksi dengan penduduk Tochigi. Namun, kalau terus berkomunikasi dengan mereka, hubungan itu akan jadi lebih baik. Setelah dekat dengan penduduk Tochigi, hubungan yang baik akan terus dipertahankan karena mereka tulus kepada orang lain.

Warga Prefektur Tochigi cenderung pasif dan tidak suka dengan perubahan? Meskipun begitu, kalau sudah memutuskan sesuatu, mereka akan melanjutkannya dengan sepenuh hati

Pria lebih konservatif dan pemalu, sedangkan wanita kebanyakannya adalah istri serta ibu yang baik dan bertanggung jawab

Ketika kamu pertama kali bertemu dengan pria dari prefektur Tochigi, mungkin akan merasa bosan pada awalnya. Namun, seiring waktu berlalu, kamu akan menyadari kalau mereka jujur dan bisa dipercaya. Saat bersama mereka, kamu tidak perlu khawatir kalau mereka akan menipumu. Wanita dari Tochigi berkarakter sederhana. Namun, seperti yang sudah disebutkan di atas, saat menjalin hubungan asmara, mereka tidak akan selingkuh. Banyak wanita yang cenderung menikah lebih awal dan terus bekerja setelah menikah. Tapi, begitu mereka punya anak, mereka akan jadi istri dan ibu yang baik di rumah.

Warga prefektur Tochigi akan pulang saat ada petir, hal yang mengagetkan warga prefektur lainnya

Warga prefektur Tochigi akan pulang saat ada petir, hal yang mengagetkan warga prefektur lainnya

Prefektur Tochigi adalah salah satu prefektur yang paling banyak dapat sambaran petir di Jepang. Terutama di kota Utsunomiya, di mana petir menyambar luar biasa dibandingkan kota lainnya. Di musim panas, petir menyambar hampir setiap malam. Karena sambaran petir yang sangat kuat di Utsunomiya, warga yang bekerja di luar ruangan akan kembali ke rumah setiap kali petir menyambar. Ada juga penangkal petir yang dipasang di soket.

Makan hidangan daging hiu saat tahun baru adalah hal yang biasa

Makan hidangan daging hiu saat tahun baru adalah hal yang biasa

Di Tahun Baru, selain osechi dan ozoni (hidangan khas tahun baru), penduduk Prefektur Tochigi juga makan “saganbo” yang terbuat dari daging hiu. Karena daging hiu yang dimasak jadi “saganbo” sangat empuk dan tulangnya sedikit, anak-anak dan orang tua juga bisa mengonsumsinya dengan aman. Karena itu, hidangan ini selalu disajikan saat ada pesta di mana banyak kerabat dan tetangga berkumpul. Padahal, sebenarnya di Prefektur Tochigi tidak ada laut. Bingung, kan?

“Susu lemon” adalah kebutuhan di kehidupan sehari-hari

“Susu lemon” adalah kebutuhan di kehidupan sehari-hari mereka

Di Prefektur Tochigi, penduduknya biasa minum “susu lemon” seperti penduduk prefektur lain minum “kopi susu”. Minuman spesial yang membuat kaget penduduk prefektur lainnya. Meskipun tidak ada jus lemon di dalamnya, minuman ini penuh dengan aroma manis dan asam. Beberapa orang mungkin suka, tapi ada juga beberapa dari mereka yang mungkin tidak menyukainya. Selain itu, ada banyak juga barang misterius dan spesial yang dijual di Tochigi, seperti yoghurt lemon, sosis lemon, dan udon lemon. Btw, Prefektur Tochigi sendiri bukan daerah penghasil lemon. Sekali lagi, benar-benar misteri..

Ada banyak "karakteristik prefektur" yang mengagetkan dan tidak berlaku di prefektur lainnya di Jepang. Silakan ikuti terus artikel kami yang berikutnya untuk series ini! Kalau ada prefektur yang membuatmu tertarik dan jadi mau lebih tahu tentangnya, silakan posting komentarmu di kolom komentar sebelah kanan!

Artikel Terkait:

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend