[2026 Terbaru] 17 Rekomendasi Kuliner Nagasaki|Dari Champon, Sasebo Burger hingga Kuliner Lokal

【Terbaru 2026】17 Rekomendasi Kuliner Nagasaki|Dari Champon, Sasebo Burger hingga Kuliner Lokal
Foto: Courtesy of Nagasaki Prefecture Convention and Tourism Association

Prefektur Nagasaki adalah satu-satunya kota pelabuhan di Jepang yang terus menjadi pintu gerbang pertukaran dengan negara asing sepanjang zaman Edo. Di tengah percampuran berbagai budaya seperti Tiongkok, Belanda, dan Portugal, budaya kuliner khas Nagasaki pun terbentuk. Mulai dari Champon yang berasal dari budaya Tiongkok, Castella yang berasal dari Portugal, hingga Sasebo Burger yang dipengaruhi budaya Amerika, hanya di Nagasaki kamu bisa menikmati beragam kuliner dalam satu kota. Pada artikel ini, kami akan memperkenalkan 17 rekomendasi kuliner mulai dari makanan khas Nagasaki, kuliner lokal seperti di Sasebo, hingga sweets (makanan penutup).

🏨Pesan tempat akomodasi di JAPANiCAN!👉Klik di sini

Di Mana Bisa Menikmati Kuliner Nagasaki? Panduan Area Rekomendasi

Area Stasiun Nagasaki

Stasiun Nagasaki
Foto: Courtesy of Nagasaki Prefecture Convention and Tourism Association

Gerbang utama wisata Nagasaki. Di gedung depan stasiun terdapat "Nagasaki Kaido Kamome Ichiba" yang merupakan zona kuliner lokal di mana kamu bisa menikmati makanan khas Nagasaki serta toko oleh-oleh Nagasaki, dengan total 56 toko berkumpul di sini. Karena aksesnya mudah dan lokasinya strategis, area ini sangat cocok untuk menikmati kuliner Nagasaki secara praktis selama perjalanan wisata.

Sekitar Hamamachi Arcade

Hamamachi Arcade
Foto: Courtesy of Nagasaki Prefecture Convention and Tourism Association

Distrik hiburan terbesar di Nagasaki dengan sekitar 700 toko berjajar. Di sini terdapat toko Castella legendaris seperti "Fukusaya" dan "Bunmeido", serta "Iwasaki Hompo" yang terkenal dengan Kakuni Manju, sehingga berbagai kuliner khas Nagasaki dapat ditemukan dalam jarak berjalan kaki. Selain kuliner, terdapat juga department store sehingga cocok untuk berbelanja. Karena berupa arcade, kamu tetap bisa berkunjung meski saat hujan.

Area Shianbashi

Jembatan Shianbashi
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Spot minum-minum dengan nuansa retro yang masih terasa, dikenal sebagai "dapur Nagasaki". Deretan izakaya dan kappo (restoran tradisional Jepang) menawarkan hidangan laut segar lokal dan sake khas daerah. Lokasinya mudah diakses, hanya 3 menit berjalan kaki dari Hamamachi Arcade. Suasana kota tua yang dihiasi lebih dari 100 lentera cantik menjadi daya tarik tersendiri, dan semakin ramai dari sore hingga malam hari.

Chinatown Shinchi Nagasaki

Chinatown Shinchi Nagasaki
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Salah satu dari "Tiga Chinatown Terbesar di Jepang" bersama Yokohama dan Kobe. Beragam jajanan kaki lima seperti nikuman (bakpao daging), kakuni-man (bakpao daging babi rebus), dan harumaki (lumpia) tersedia di sini. "Nagasaki Lantern Festival" yang diadakan saat Tahun Baru Imlek sangat populer sebagai acara besar yang menghiasi kota dengan sekitar 15.000 lentera warna-warni.

Wajib Coba! Kuliner Khas Nagasaki yang Tidak Boleh Dilewatkan

Nagasaki Champon

Nagasaki Champon

Salah satu ikon kuliner Nagasaki adalah "Champon". Mie tebal disajikan dengan kuah kaldu babi dan ayam yang kaya rasa, serta topping melimpah seperti daging babi, udang, cumi, kamaboko (olahan ikan), kol, dan tauge. Restoran asal Champon yang terkenal, "Shikairou", juga memiliki museum Champon yang bisa dikunjungi gratis dan direkomendasikan sebagai destinasi wisata.

Sara Udon

Sara Udon
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Salah satu makanan khas Nagasaki yang populer setara dengan Champon. Konon, pendiri "Shikairou" juga menciptakan Sara Udon sebagai versi Champon tanpa kuah untuk pesanan antar, disajikan di piring datar. Hidangan ini terdiri dari mie renyah yang disiram saus kental berisi seafood, daging babi, dan sayuran. Cara makan khas Nagasaki adalah dengan menambahkan saus Worcestershire atau cuka di atasnya.

Nagasaki Wagyu

Nagasaki Wagyu
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Daging sapi wagyu premium yang telah meraih penghargaan di berbagai kontes sapi nasional. Ciri khasnya adalah marbling yang halus, rasa yang kaya, dan lemak yang meleleh di mulut. Banyak restoran di kota Nagasaki yang menyajikan daging ini dengan gaya sukiyaki atau shabu-shabu, sangat direkomendasikan bagi pecinta daging.

Turkish Rice

Turkish Rice

Hidangan khas Nagasaki yang disebut juga "menu anak-anak untuk orang dewasa", terdiri dari tiga jenis makanan dalam satu piring: pilaf, spaghetti, dan pork cutlet. Ada berbagai teori tentang asal-usul namanya, seperti pilaf yang dibuat menyerupai pilaf Turki lalu disebut Turkish Rice, atau karena terdiri dari tiga jenis (spaghetti, tonkatsu, pilaf) sehingga disebut "tricolor" (tiga warna) yang kemudian berubah menjadi "Turkish". Hidangan ini sangat menarik secara visual dan porsinya besar, cocok untuk diunggah ke media sosial.

Kuliner Sasebo|Kuliner Khas yang Wajib Dicoba Saat Berwisata ke Sasebo

Sasebo Burger

Sasebo Burger
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

"Sasebo Burger", yang diyakini berasal dari sekitar tahun 1950 ketika resepnya diajarkan langsung oleh pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat, dibuat dengan ukuran yang lebih besar dari hamburger biasa sehingga sangat mengenyangkan. Ciri khasnya adalah patty daging sapi yang tebal dan juicy, saus mayones orisinal yang sedikit manis, serta topping bacon dan telur.

Lemon Steak

Lemon Steak
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Steak khas Sasebo yang menggunakan irisan tipis daging sapi dan dinikmati dengan saus berbasis kecap asin beraroma lemon. Hidangan ini mulai populer sebagai hasil adaptasi masakan Barat yang berkembang karena pengaruh pangkalan militer Amerika, lalu disesuaikan dengan selera orang Jepang. Cara menikmati ala Sasebo adalah dengan mencampurkan nasi ke dalam sisa saus di atas hot plate hingga tetes terakhir.

Navy Beef Stew

Navy Beef Stew
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Beef stew yang konon dibawa ke Jepang oleh Heihachiro Togo, yang memiliki hubungan dengan Sasebo, setelah ia mengenalnya saat belajar di Inggris. Stew ini kaya rasa karena dimasak dengan red wine dan saus demi-glace, serta berisi potongan daging sapi yang dimasak hingga empuk.

Nyukou Zenzai

Nyukou Zenzai
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

"Zenzai" adalah makanan penutup tradisional Jepang berupa sup kacang merah manis yang dihidangkan dengan mochi atau shiratama (bola tepung ketan).

Asal-usulnya bermula ketika Angkatan Laut Kekaisaran Jepang menyajikan zenzai yang dibuat dari persediaan gula dan kacang merah sebagai bentuk penghargaan setelah kembali ke pelabuhan induk usai pelayaran panjang. Semangkuk zenzai hangat dan manis ini sangat cocok untuk musim gugur dan musim dingin, namun ada juga toko yang menawarkan versi dingin saat musim panas.

Nikmati Kuliner Lokal di Pulau-pulau dan Daerah Nagasaki!

Goto Udon

Goto Udon

Goto Udon menggunakan minyak camellia, memiliki mie yang tipis namun sangat kenyal dan tekstur yang halus saat ditelan. Bersama "Sanuki Udon" dari Prefektur Kagawa dan "Inaniwa Udon" dari Prefektur Akita, Goto Udon termasuk kandidat tiga udon terbaik di Jepang. Cara makan tradisional yang disebut "Jigoku-daki" adalah dengan mengambil langsung dari panci mendidih dan mencelupkannya ke dalam kuah berbahan dasar kaldu ikan terbang (ago).

Shimabara Tenobe Somen

Shimabara Tenobe Somen
Foto: Disediakan oleh Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Semenanjung Shimabara merupakan salah satu daerah penghasil somen tenobe terbesar di Jepang, menyumbang sekitar 30% dari produksi nasional, dan kualitasnya sangat diakui hingga menjadi kandidat tiga somen terbaik di Jepang. Mie yang dibuat dengan air mata pegunungan Unzen ini memiliki tekstur kenyal dan halus saat ditelan.

Di musim panas, somen dinikmati dingin dengan gaya zaru, sedangkan di musim dingin bisa dinikmati sebagai "nyumen" yang disajikan dalam sup hangat.

Guzouni

Guzouni

Zouni adalah sup tradisional Jepang yang disantap saat Tahun Baru, dengan mochi sebagai bahan utama dan variasi bahan serta bumbu yang berbeda di setiap daerah. "Guzouni" dari daerah Shimabara adalah masakan khas daerah yang direbus dengan kaldu kecap bersama lebih dari 10 jenis bahan seperti ayam, gobou, renkon, udang, dan mochi bulat. Ada legenda bahwa Shiro Amakusa menggunakan hidangan ini sebagai perbekalan saat Pemberontakan Shimabara-Amakusa pada tahun 1637, sehingga hidangan ini memiliki sejarah yang panjang.

Iriyaki

Iriyaki
Foto: (Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki)

Pulau-pulau di barat laut Prefektur Nagasaki seperti Hirado, Iki, dan Tsushima memiliki hidangan nabe khas yang berasal dari para nelayan. Potongan ikan segar hasil tangkapan lokal, sayuran, dan tahu direbus dalam kaldu kecap, menghasilkan rasa sederhana namun kaya. Saat berwisata ke pulau-pulau terpencil, cobalah pesan hidangan ini di rumah makan lokal.

Omura Sushi

Omura Sushi

Ini adalah jenis "oshizushi" di mana nasi sushi dan bahan-bahan lain dipadatkan menggunakan cetakan kayu. Bahan-bahan berwarna-warni seperti ikan tai, jamur shiitake, dan telur dadar tipis disusun berlapis-lapis, sehingga potongan sushi ini memiliki penampang yang indah. Omura Sushi adalah masakan khas Kota Omura yang telah ada lebih dari 400 tahun. Jika melewati Kota Omura, tempat Bandara Nagasaki berada, silakan coba beli di rest area atau toko oleh-oleh.

Manisan Khas Nagasaki

Castella

Kasutera
Foto: (Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki)

Castella adalah sponge cake khas Nagasaki yang berasal dari kue panggang yang dibawa oleh misionaris Portugis pada abad ke-16 dan kemudian diadaptasi oleh orang Jepang. Meski hanya menggunakan bahan sederhana seperti telur, gula, tepung terigu, dan mizuame, tekstur kasar gula kristal di bagian bawahnya menjadi ciri khas Jepang. Disarankan juga untuk membandingkan rasa dari toko-toko legendaris seperti "Fukusaya" dan "Bunmeido" yang sudah ada sejak zaman Edo.

Chirin Chirin Ice

Chirin Chirin Ice

Es krim keliling yang namanya berasal dari suara lonceng "chirin chirin" yang dibunyikan saat dijual dengan sepeda.

Teksturnya segar, berada di antara sherbet dan es krim, sehingga terasa ringan di mulut. Penampilannya yang dibentuk seperti kelopak bunga mawar sangat menarik dan membuat ingin memotretnya. Karena dijual di gerobak, jangan lewatkan untuk mencicipinya jika melihatnya di kota.

Milkshake yang Dimakan

Milkshake yang Dimakan
(Asosiasi Ahli Gizi Prefektur Nagasaki)

Ketika mendengar kata "milkshake", biasanya yang terbayang adalah minuman, namun di Nagasaki, kamu bisa menikmati "milkshake yang bisa dimakan" yang disajikan dalam bentuk setengah beku seperti sorbet. Teksturnya lebih ringan dari es krim namun lebih kental dari sorbet, dan sering disajikan di kafe bergaya retro era Showa. Milkshake ini juga sangat cocok dipadukan dengan buah-buahan, seperti Mango Milkshake atau Banana Milkshake, yang menggunakan buah-buahan dan sangat populer.

Kankoro Mochi

Kankoro Mochi
Foto disediakan oleh: Asosiasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Ini adalah kue tradisional yang telah lama diwariskan di Kepulauan Goto. Berasal dari makanan awet yang terbuat dari ubi jalar yang dikeringkan di bawah sinar matahari dan dicampur dengan beras ketan, bagian luarnya renyah dan harum, sedangkan bagian dalamnya kenyal. Daya tarik utamanya adalah rasa manis alami dari ubi yang sederhana, dan sangat direkomendasikan untuk dinikmati dengan sedikit kecap asin.

Di Nagasaki, terdapat berbagai kuliner unik yang lahir dari sejarah pertukaran budaya. Saat berwisata, jangan lupa untuk mencoba kuliner-kuliner menarik ini. 

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend