Series Horor & Misteri Vol. 10: Kisah Okiku, Sarayashiki (Rumah Piring) Bagian 1

Horror & Mystery Series Vol. 10: Tales of Okiku, Sarayashiki (Manor of the Dishes) Part 1

Kita telah mencapai volume kesepuluh! Sebagai seri ucapan terima kasih khusus, kami akan memberikan kamu transkripsi cerita horor rakyat terkenal Jepang yang berjudul Sarayashiki (皿 屋 敷 Rumah Piring).

Artikel sebelumnya:
Cerita horor Jepang tengah malam di musim panas, edisi hantu dan legenda rakyat
Series Horor & Misteri Vol. 1: Fenomena di Jepang
Series Horor dan Misteri Vol. 2: Obon dan asal muasal
Series Horor & Misteri Vol. 3: Kejadian Aneh Saat Obon
Series Horor & MIsteri Vol. 4: Misteri Aokigahara : “Lautan Pohon”
Series Horor & Misteri Vol. 5; Kengerian Aokigahara Episode 1
Horror & Mystery Series Vol. 6: Kengerian Aokigahara Episode 2
Horror & Mystery Series Vol. 7: Bersatunya Izanagi dan Izanami
Series Horor & Misteri Vol.8 : Perpisahan Izanagi dan Izanami
Series Horor & Mister Vol. 9: Rokurokubi, Setengah Manusia, Setengah Yokai

Okiku, 10 Piring Harta, dan sebuah sumur

Kisah yang dinamakan "Sarayashiki" ini memiliki banyak versi dan variasi. Tetapi hal-hal yang sama dalam semua versi adalah karakter utama Okiku (お 菊), sepuluh lempeng harta dan kediaman dengan sebuah sumur. Versi umum pada zaman modern adalah Banchō Sarayashiki (番 町 皿 屋 敷 versi Edo, Tokyo), Banshū-Sarayashiki (播 州 皿 屋 敷 Versi Kastil Himeji, Pref. Hyogo). Setiap versi juga memiliki banyak variasi, dengan sedikit perbedaan mengenai penyebabnya, berkisar dari hukuman keras, cinta yang tidak terpenuhi, upaya pembunuhan, tes cinta sejati hingga karena nyonya yang cemburu.

Jika Anda belum pernah membaca atau mendengar salah satu versi, tenang kami tidak akan membocorkan ceritanya. Kamu bisa langsung membacanya sendiri!

Versi Banchō: sebuah kisah kecemburuan, kekejaman, dan dendam

Banchō Version: a Tale of Jealousy, Cruelty, and Revenge

Ini adalah cerita yang berasal dari sekitar 370 tahun yang lalu. Lokasinya adalah Ushigome Gomonnai Go-Banchō di Edo; ada sebuah kediaman orang kaya dengan sumur yang sangat dalam. Rumah ini adalah tempat di mana nyonya keluarga Toyotomi, Tenju’in, pernah tinggal. Di sana, "Aoyama 'Harima no Kami' Shusen" tinggal bersama nyonyanya dan banyak pelayan. Shusen bekerja sebagai peneriak kota untuk mengumumkan pembakaran dan pencurian, tapi pekerjaan itu cuma yang terlihat dari luar saja. Dia tidak pernah peduli pada orang lain, tidak pernah benar-benar membantu atau mencegah kejahatan: dia adalah seorang pria yang kejam dan berhati dingin. Demikian pula istrinya juga adalah seorang yang kejam yang suka menindas orang lain.

Dalam satu tahun, Shusen memanggil semua pembantu dan pelayannya untuk berkumpul di kediamannya dan berkata kepada mereka.

“Begitu tahun baru dimulai, rumah kita akan mengundang tamu kehormatan Goroju, jadi rumah ini akan dibuka. Untuk itu, kita akan menggunakan sepuluh piring ini. Piring-piring ini harta keluarga kami ini diberikan kepada kami oleh Toshogu-sama. Hanya dengan dilihat oleh tamu-tamu itu adalah suatu kehormatan, jadi kalian semua harus menghargai dan melindungi lemping-lemping ini lebih dari hidup kalian! ”

"Tuanku, apa yang akan terjadi pada kami jika kami menghilangkan atau merusak piring-piring itu?"

"Apa…"

Yang tertua dari para pelayan, Oume, angkat bicara. Lalu, Shusen berjalan ke arahnya dengan tatapan dingin dan mengarahkan pisau kecil ke wajahnya.

"Hal bodoh macam apa itu!"

Shusen lalu menyayat wajah pelayan tertuanya.

Semua pelayan berteriak ketakutan, Oume berteriak kesakitan.

Mereka takut dengan penampilan Oume yang mulutnya dipotong secara horizontal, darah melayang ke mana-mana.

"Ah hahahahahahaa" istrinya tertawa dengan tawa yang menyeramkan.

"Mengapa Tuan melakukan hal itu!" tanya pembantunya.

“Bodoh! Goroju Sakai-sama selalu datang ke kediaman ini setiap musim semi hanya untuk memastikan bahwa piringnya baik-baik saja atau tidak. Kalau sampai bahkan satu piring mendapat goresan, bagaimana saya, Aoyama Shusen, bisa meminta maaf tanpa memotong perut saya sendiri atau dengan sesuatu lebih buruk? Dan kau berani bahkan berucap tentang hal yang begitu kurang ajar dengan mudahnya! Jangan ulangi ucapan seperti itu! ”

"Tuanku, bagi seorang wanita, wajah adalah hidup, yang Tuan lakukan berlebihan!"

"Benar," kata nyonya, "Kalau kau memiliki luka atau bekas luka di wajahmu, mungkin kau tidak bisa hidup lagi. Bagaimana kalau kita akhiri saja hidupnya? ”

“Itu ide yang bagus. Enyahlah kau!”

Oume mengeluarkan teriakan terakhirnya.

Shusen memotong Oume dengan katananya. Oume mati dengan tatapan dendamnya terpaku pada Shusen.

“Bawa wanita jelek ini dan buang ke sungai. Heh heh."

Para pelayan gemetar ketakutan melihat tubuh tak bernyawa Oume.

"Ah hahahahahahaa!"


Setelah kejadian itu, Okiku berbicara dengan Oine, yang tengah menangis sendirian.

"Oine-chan…"

"Dia adalah saudaraku.." Oine terus menangis.

“Rumah ini menakutkan. Tuan rumah ini sangat menyeramkan. Jika kita melakukan kesalahan, kita akan dibunuh seperti Oume.”

Okiku hanya bisa mendengarkan dan menangis bersama Oine.

Nanjiang Plates

Suatu hari, Okiku dipanggil oleh Shusen. Dia berusaha menahan rasa takutnya. Dia berbicara dari luar kamarnya.

"Ya, Tuanku?"

“Oh, kau sudah di sini? Masuklah. Jangan hanya berdiri di sana.”

"Apa yang perlu saya lakukan, Tuan?"

"Tuanku?"

"Ini adalah kunci ke gudang, aku ingin kau menyimpannya," Shusen melemparkan kunci ke Okiku seraya berbicara.

“Di rumah ini, termasuk istriku, tidak ada yang benar-benar membuatku jatuh hati. Begitu menyedihkan. Okiku, hanya kaulah. Kau adalah gadis yang murni dengan lubuk hati yang bersih. Gudang itu berisi pelat-pelat Nanjing. Pastikan mereka tidak dicuri dengan cara apapun.”

“Y-ya, Tuanku. Saya akan melakukan apa yang Tuan minta!"

Saat Shusen mengatakan itu, dia dengan lembut memeluk Okiku.

“T-tidak! Tuanku, kita tidak bisa ... nyonya sebentar lagi akan ada kembali. Jika dia melihat kita dalam situasi seperti ini ... ah! ”

Shusen memeluk Okiku lebih erat dan merasakan bibir lembutnya. Ini pertama kalinya dalam hidupnya dia merasa jantungnya bergetar, pikirannya menjadi kosong, tidak mampu memikirkan hal lain. Pelukan bergairah itu tidak berhenti, kimono Okiku terbuka.

Kemudian, sang nyonya, ditemani oleh Oine, melewati ruang itu. Mendengar suara aneh seperti itu, dia lalu membuka paksa pintu geser kamar tersebut.

"Oh, sedang bersenang-senang ternyata. Maaf sudah mengganggu."

Nyonya kediaman itu hanya berbicara sekali lalu pergi tanpa mengucapkan hal lain.

"Ampuni saya!"

"Tidak perlu minta maaf," kata Shusen. Dia lalu meninggalkan ruangan untuk mengejar istrinya.

Okiku juga berusaha untuk keluar dari ruangan itu segera tetapi dihentikan oleh Oine yang berdiri di dekat situ.

"Aku tidak menyangka kamu akan melakukan hal seperti itu!"

"Kamu salah paham! Percayalah dengan aku Oine-chan! Shusen yang memaksa-"

"Bagaimanapun juga sama saja! Aku masih bisa memaafkanmu!" demikian akta Oine, pandangan berubah menjadi pandangan yang penuh amarah.


Okiku menghabiskan waktu dengan perasaan bersalah dan rasa hangat yang aneh di kepalanya.

Akhirnya Tahun Baru tiba. Kediaman itu dibuka. Di hari kedua, rumor mengenai Okiku dan Shusen menyebar cepat seperti api di kediaman itu. Okiku dihina dan dibenci oleh semua pembantu lain. Pekerjaannya lama kelamaan menjadi lebih susah dan dia sering diganggu dari waktu ke waktu, seperti disalahkan untuk hal yang tidak dia lakukan atau dengan menyembunyikan peralatan kerjanya. Okiku hanya bisa menangis diam-diam.

"Tuanku.. Aku.. Ah.. Tuan Shusen.. Ah."

Tetapi nyonya rumah itu melihat apa yang terjadi diam-diam. Sejak saat itu, Okiku juga menerima perlakuan dingin dari nyonyanya. Tetapi tidak berakhir di situ saja.

Berlanjut, minggu depan!

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend