Series Horor & Misteri Vol. 13: Seni Onmyo yang Telah Hilang

Horror & Mystery Series Vol. 13: The Lost Art of Onmyo

Kami sudah menyampaikan banyak cerita menakutkan, jadi mari kita istirahat sejenak dari cerita menakutkan dan menjelajahi aspek misteri dari seri ini juga. Kali ini kita akan mengenal Jalan Onmyo, dan sisanya setelah penghapusan tahayul di era Meiji.

Jalan Onmyo

Apa itu Jalan Onmyo

Namanya Onmyōdō (陰陽 道) dalam bahasa Jepang. Namanya dalam kanji terdiri dari 陰 (In atau Yin dalam Bahasa Mandarin yang artinya bayangan), 陽 (Yō atau Yang dalam Bahasa Mandarin artinya cahaya), dan 道 (Dō atau Michi yang artinya jalan). Jadi namanya juga dapat dibaca sebagai Inyōdō, yang secara harfiah adalah Jalan Yin dan Yang atau Jalan Bayangan dan Cahaya.

Asal Usul: Bayangan dan Cahaya

Seperti yang bisa kamu kira, filosofi ini aslinya berasal dari Lima Elemen Cina (Bumi, Air, Api, Logam, dan Kayu) serta Yin dan Yang. Konsep ini datang ke Jepang bersama dengan agama Buddha dan Kong-hu-cu selama abad ke-5 dan 6, sebelum Jepang memulai isolasi pada periode Heian.

Pada saat itu, filosofi ini adalah cabang dari pembelajaran yang mencampurkan semuanya bersama-sama, seperti astronomi, pembuatan kalender, perhitungan waktu, dasar segala hal dalam alam semesta, dan bagaimana mereka semua terhubung dan berinteraksi, yang akhirnya mengarah pada seni ramalan. Karena filosofi ini datang bersama dengan agama Buddha, hal ini umumnya eksklusif untuk biarawan, yang memiliki pengetahuan dalam membaca dan menulis aksara Tionghoa.

Kemudian, pengadilan kekaisaran di Jepang melihat bahwa ramalan akan menjadi aset besar dalam pengambilan keputusan, sehingga praktisi Onmyōdō, yang disebut Onmyōji (陰陽師), mulai sukses di abad ke-7.

Onmyōji: Pelacak Waktu, Peramal, Penjaga

Tidak seperti praktisi awal yang kebanyakan biksu Budha, Onmyōji didefinisikan sebagai Pegawai Negeri Sipil di bawah Biro Onmyō. Gelar Onmyōji diberikan khusus untuk para praktisi profesional yang berkualitas saja.

Shikigami: A paper doll used by Onmyōji

Shikigami: Boneka kertas yang digunakan Onmyoji

Pekerjaan Onmyōji di pengadilan berkisar dari tugas khusus seperti melacak waktu kalender, hingga tugas yang lebih mistis seperti meramal, menentukan arah keberuntungan atau hari, dan melindungi ibu kota dari kejahatan. Tugas yang terakhir sangat penting dalam mengambil keputusan untuk memindahkan ibukota, awalnya dari Heijō-kyō (Nara) ke Heian-kyō (Kyoto) dan kemudian ke Edo (Tokyo).

Onmyoji Terkenal: Abe no Seimei

A Peach Burst with Five-Star Seal in Seimei Shrine
Buah persik dengan segel bintang di Kuil Seimei

Abe no Seimei (安 倍 晴明) adalah sosok populer yang sering muncul dalam banyak media masa modern, mulai dari komik, anime hingga novel dan urban legend. Di masanya dulu sekitar akhir abad ke-10, Abe no Seimei adalah sosok yang sangat berpengaruh, bertindak sebagai penasehat dekat ke istana kekaisaran dan dikatakan mampu memprediksi dengan tepat peristiwa astrologi tertentu, jenis kelamin janin sebelum lahir, sampai hal seperti menemukan benda-benda yang hilang. Zaman Heian, terutama pada saat dia masih hidup, dikatakan sangat damai. Beberapa orang percaya bahwa Seimei diam-diam melindungi ibu kota dari roh jahat dan pengaruh buruk. Beberapa legenda mengatakan bahwa dia bisa memanggil Shikigami (式 神 roh dengan boneka kertas sebagai media) untuk mengikuti permintaannya sejak usia dini.

Dia memiliki kehidupan yang sangat panjang dan sehat, bebas penyakit, sehingga sebagian orang percaya bahwa dia bukan manusia biasa. Beberapa legenda mengatakan bahwa ibunya adalah seorang youkai (semacam hantu) rubah kuat yang berubah bentuk sebagai manusia. Setelah kematiannya, sebuah kuil yang didedikasikan untuknya, Kuil Seimei (晴明 神社) dibangun di Kyoto; sekarang menjadi tempat yang sangat populer bagi orang-orang yang mencari peruntungan.

Penghapusan Onmyodo

Ketika istana kekaisaran mulai mengalami kemuduran, Onmyōji kehilangan negara sebagai pengguna jasanya, sehingga status sebagai pegawai negerinya juga menjadi tidak lagi terkemuka. Pergeseran kekuasaan dari Kaisar dan istana ke Daimyō dan Shogun mungkin ikut mendorong kemerosotan Onmyodo. Tetapi seperti istana kekaisaran, banyak Daimyo dan Shogun yang juga menggunakan jasa Onmyōji maupun mencegah orang lain menggunakan jasa Onmyoji. Walaupun begitu, banyak Onmyōdō yang selamat di bawah kendali keluarga Tsuchimikado (土御門).

Pada pertengahan abad ke-19, pemerintah dunia menetapkan Onmyōdō sebagai takhayul, dan karena itu Onmyodo dilarang.

Sisa-sisa Onmyodo: Keberuntungan, Astrologi dan Pelindung

Meskipun dihapus dan dilarang, banyak sisa-sisa praktik Onmyōdō yang masih bertahan di zaman modern. Onmyōji modern dianggap sebagai pendeta (dengan demikian bisa menghindari larangan), tetapi lebih sering lagi mereka bertindak sebagai perantara atau spiritualis yang melakukan pembacaan keberuntungan atau pengusiran setan dari waktu ke waktu.

Arah Keberuntungan: Setsubun

Setsubun

Awalnya dipraktekkan hanya di ibukota lama seperti Nara dan daerah Kyoto, pemasaran modern telah membawa Setsubun (節 分), bersama dengan tradisi makan Ehōmaki (恵 方 巻) sambil menghadap arah keberuntungan Ehō (恵 方), ke seluruh Jepang. Setiap tahun, arah keberuntungan berubah, dan Toshitokujin (歳 徳 神 Dewa Tahun) dalam Onmyodo digunakan untuk menentukan arah.

Hari Keberuntungan: Kalender Enam Hari

Meskipun tidak ada di kalender modern, banyak orang masih percaya pada Rokuyō (六 曜) atau keberuntungan enam hari. Banyak orang masih menghindari untuk mengadakan pemakaman di hari Tomobiki (友 引). Demikian juga, pernikahan tidak akan diadakan pada Butsumetsu (仏 滅) dan lebih sering diadakan pada Taian (大安).

Umur Keberuntungan: Tahun Bencana

Banyak orang Jepang masih percaya pada "Tahun Bencana" atau "Yakudoshi" (厄 年) dalam bahasa Jepang. Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa hal ini berasal dari Onmyōdō, budaya ini sudah ada sejak zaman Heian, sebelum Onmyōdō dibentuk. Ditambah lagi, Onmyōdō berasal dari konsep campuran yang dipraktikkan oleh biksu Buddha dari periode Nara, jadi bisa saja keduanya berasal dari akar yang sama.

Di zaman modern, diyakini bahwa untuk laki-laki, masa-masa terburuk dalam hidup adalah sekitar umur 25, 42 dan 61 tahun, sedangkan untuk perempuan yaitu pada usia 19, 33 dan 37 tahun. Untuk menghindari nasib buruk atau untuk menurunkan tingkat kesialan, orang Jepang akan menghadiri Ritual Pengusiran Bencana (厄 払 い Yakubarai) di kuil, membeli jimat, atau memakai barang-barang yang membawa beruntung.

Urban Legend Mengenai Pelindung di Sekitar Ibu Kota

Meskipun tanpa catatan resmi atau bukti tertulis, salah satu urban legend paling dipercaya yang diketahui kebanyakan orang tanpa diajarkan di kelas adalah ini. Beberapa bahkan melakukan perjalanan pulang pergi untuk mengunjungi tempat-tempat ini, percaya kalau hal itu nantinya akan membawa keberuntungan.

Bagian dari kepercayaan aslinya menyatakan bahwa arah timur laut adalah Gerbang Iblis (鬼 門 Kimon) dan arah sebaliknya di barat daya adalah Gerbang Belakang Iblis (裏 鬼 門 Urakimon), keduanya membawa peruntungan buruk. Dengan demikian, pelindung digunakan untuk menyegel hal-hal buruk datang dari arah itu.

Untuk lebih jelasnya ... pastikan kamu membaca artikel kami berikutnya!


Artikel Sebelumnya:

Cerita horor Jepang tengah malam di musim panas, edisi hantu dan legenda rakyat

Series Horor & Misteri Vol. 1: Fenomena di Jepang

Series Horor dan Misteri Vol. 2: Obon dan asal muasal

Series Horor & Misteri Vol. 3: Kejadian Aneh Saat Obon

Series Horor & MIsteri Vol. 4: Misteri Aokigahara : “Lautan Pohon”

Series Horor & Misteri Vol. 5; Kengerian Aokigahara Episode 1

Horror & Mystery Series Vol. 6: Kengerian Aokigahara Episode 2

Horror & Mystery Series Vol. 7: Bersatunya Izanagi dan Izanami

Series Horor & Misteri Vol.8 : Perpisahan Izanagi dan Izanami

Series Horor & Mister Vol. 9: Rokurokubi, Setengah Manusia, Setengah Yokai

Series Horor & Misteri Vol.10: Kisah Okiku, Sarayashiki (Rumah Piring) Bagian 1

Series Horor & Misteri Vol.11: Kisah Okiku, Sarayashiki (Rumah Piring) Bagian 2

Series horor dan Misteri Vol. 12: Cerita Horor Pendek yang beredar, “Hotels”

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend