Seri Memasak Gastronomi Lokal Jepang ④ : Akita : Hotpot Kiritanpo

Seri artikel gastronomi khas Jepang kali ini adalah membahas hidangan hotpot Kiritanpo, hidangan khas dari Akita, daerah penghasil beras terbesar di Jepang. Kaldu sup ayam dan burdock meresap ke dalam tekstur kiritanpo yang kenyal, menghangatkan tubuh dan menjadikannya hidangan yang lezat. Aroma segar bunga krisan juga membangkitkan selera makan. Baca artikel ini untuk mengetahui cara membuat kiritanpo dan tonton videonya hingga selesai untuk melihat cara pembuatannya.

Sekilas tentang Kyoudo Ryori Jepang (Kuliner lokal Jepang) 

Kyoudo ryouri atau kuliner lokal Jepang adalah makanan yang dimasak dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal, yang disiapkan dengan menyesuaikan iklim dan telah mengakar pada kehidupan penduduk setempat sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak hanya sebagai `comfort food` saja, akan tetapi terkenal sebagai destinasi wisata kuliner domestik.

Asal muasal Hotpot Kiritanpo 

Mungkin diantara kalian ada yang penasaran, apa sih Kiritanpo itu? Kiritanpo dibuat dengan menumbuk nasi dengan alu, melekatkannya pada sumpit yang berfungsi sebagai penyangga, dan kemudian dipanggang. Setelah masak, kiritanpo tersebut dipisahkan dan dari sumpit, dipotong-potong dan kemudian dimasukkan ke dalam panci hotpot, maka dinamakan hidangan Kiritanpo Nabe atau Hotpot Kiritanpo.

Hidangan ini adalah hidangan lokal Prefektur Akita yang terpilih sebagai salah satu dari 100 Masakan Lokal Terbaik oleh Kementrian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang.

Kiritanpo konon berasal dari masa lalu ketika para pemburu (matagi) yang pergi berburu di musim dingin membawanya sebagai makanan yang diawetkan.

Di daerah Odate dan Kazuno di utara Prefektur Akita, yang disebut sebagai tempat kelahiran kiritanpo, ada kebiasaan berkumpul di sekitar tempat memasak hotpot kiritanpo setelah memanen beras yang baru dipanen (digiling) seperti beras jenis "Akitakomachi" dan menghargai atas kerja keras bertani, dan kebiasaan ini terus berlanjut hingga saat ini. .

Di sekolah-sekolah yang terdapat di Prefektur Akita, kiritanpo disajikan sebagai bagian dari menu makan siang sekolah selama musim dingin dan menu ini sangat populer.

Ciri khas dari Hotpot Kiritanpo 

Hotpot kiritanpo ini sering dibuat ketika padi baru dipanen, yakni di sekitar musim gugur, dan di bagian utara Prefektur Akita, setiap tahun setelah padi baru dipanen, orang-orang berkumpul di sekitar Kiritanpo Nabe untuk menghargai kerja keras panen. Di Odate, hotpot kiritanpo ini selain merupakan hidangan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi sebagai salah satu menu di rumah-rumah penduduknya, tetapi juga merupakan hidangan yang sangat diperlukan untuk menjamu tamu, dan sering disajikan pada acara-acara seremonial.

Bahan-bahan untuk membuat Hotpot Kiritanpo (Kiritanpo Nabe) untuk 2 orang

Bahan membuat kiritanpo

  • Nasi hangat 400g
  • Air dalam wadah untuk menghindarkan tangan lengket

Bahan Hotpot Kiritanpo

  • 200g paha ayam tanpa tulang, potong ukuran sekali makan
  • 2 batang bawang daun
  • 100g Jamur Maitake (boleh menggunakan jamur lain)
  • 100g Burdock
  • Air untuk merendam burdock 
  • 50g Shungiku (daun krisan)
  • 120g Mie porang (konjac)
  • 800ml air untuk rebusan sup
  • 1 sdm kaldu ayam
  • 3 sdm kecap asin shoyu
  • 4 sdm sake
  • 2 sdm mirin 

Cara Membuat Hotpot Kiritanpo (Kiritanpo Nabe) dalam video Youtube 


  1. Pertama-tama membuat kiritanpo. Masukkan nasi ke dalam lesung (atau jika tidak ada gunakan mangkuk besar) dan tumbuk dengan alu. Tumbuk jangan sampai nasi terlalu hancur tapi agak ada tersisa bentuk nasi agar terasa tekstur nasinya, dan jika terasa lengket, basahi tangan dan bagi menjadi tiga bagian.
  2. Ibarat seperti membuat sate lilit, pegang sumpit dan ambil satu bagian nasi tumbuk tersebut, tempatkan di tengah sumpit, tekan-tekan dan lebarkan hingga membentuk suatu "tongkat nasi". Jika terasa lengket, basahi tangan dengan air dan bentuk adonan, beri ruang sekitar 3 cm di bawah sumpit sekali pakai untuk dijadikan pegangan saat memanggang.
  3. Bakar dalam wajan dengan api sedang selama sekitar 20 menit sambil sesekali dibalik.
  4. Keluarkan kiritanpo dari sumpit selagi masih panas. Pegang kiritanpo dengan kain kering dan tarik sumpit perlahan. Setelah dingin, potong 3 bagian secara miring.
  5. Potong burdock menjadi potongan-potongan kecil seperti sedang menyerut pensil dengan cutter, rendam dalam air selama sekitar 5 menit, dan tiriskan.
  6. Potong bawang hijau secara miring dengan lebar 2 cm. Pisahkan jamur maitake dengan tangan dan buang bagian yang keras.
  7. Potong shungiku (daun krisan) sepanjang 3 cm. 
  8. Masukkan air ke dalam panci hotpot, burdock, dan ayam, tambahkan kaldu ayam bubuk dan aduk rata. Tutup dan masak dengan api sedang. Setelah mendidih, buka tutupnya, buang buih kotoran, tambahkan sake, kecap, mirin, dan #4 (kiritanpo) dan #6 (bawang daun & jamur maitake), tutup kembali, dan didihkan dengan api sedang selama sekitar 5 menit.
  9. Tambahkan #7 (shungiku) di atas api sedang dan didihkan sebentar.

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend