Rute Mendaki Gunung di sekitar Tokyo

Tokyo Hiking Routes: From the Metropolis to the Mountains

Tokyo merupakan kota metropolis yang terkenal dengan menara yang berkilauan, jalanan kecil yang penuh dengan tempat minum, dan penyeberangan jalan yang selalu ramai, tetapi hanya di pinggiran kotanya kamu akan menemukan banyak rute mendaki pegunungan yang menakjubkan. Terdapat berbagai pilihan dari menikmati pemandangan Fuji atau menikmati jalan-jalan di lembah yang teduh, ada pendakian yang cocok untuk pemula dan penggemar. Terletak di wilayah Kanto Jepang, Tokyo memiliki musim yang berbeda mulai dari 40° C di musim panas hingga -5° C di musim dingin, dengan ketinggian yang bervariasi menambah campuran pemandangan yang berbeda. Sementara pendaki gunung profesional mungkin pergi lebih jauh untuk mencari rute baru, bagi pengunjung Tokyo ada beberapa pilihan bagus - yang mana beberapanya terdapat di dalam kota itu sendiri!

Mendaki Gunung di Sekitar Tokyo

When to Hike Around Tokyo

Di wilayah Kanto terdapat beberapa jalur hiking yang dibuka untuk setiap musim, tetapi sejauh ini musim semi dan musim gugur merupakan pilihan paling populer. Selain terdapat pemandangan dedaunan hijau subur dan bunga sakura, musim semi memberikan cuaca yang sejuk dan langit yang cerah. Di Musim Gugur, lanskap berubah menjadi pemandangan keemasan, dengan suhu yang lebih rendah yang mengarah ke sesi pemandian air panas yang ideal untuk meregangkan otot yang lelah setelah seharian berjalan kaki. Hiking di musim panas masih merupakan hobi yang populer, dengan dataran tinggi lebih mudah diakses dan lebih sejuk, tetapi persediaan tambahan akan dibutuhkan seperti air, minuman elektrolit, dan topi untuk menghindari sinar matahari. Di musim dingin, banyak rute masih dapat dinikmati, tetapi salju dan es akan membuat beberapa rute tidak dapat diakses, jadi pastikan untuk mengeceknya terlebih dahulu.

Jepang memiliki empat musim utama, tetapi ada juga musim mikro yang harus dipertimbangkan. Musim hujan berlangsung dari bulan Juni sampai Juli dapat mengakibatkan hujan lebat seperti monsun yang menyebabkan tanah longsor. Periode ini adalah waktu yang berbahaya untuk mendaki dan pendakian tingkat yang lebih rendah harus dipilih dengan hati-hati memperhatikan ramalan cuaca dan peringatan cuaca sepanjang hari. Dari bulan Mei hingga Oktober adalah musim angin topan, dengan puncaknya pada bulan Agustus dan September. Meskipun terdapat banyak hari cerah, pastikan untuk mengecek prakiraan cuaca khususnya angin topan yang akan datang. Angin kencang dan hujan deras dapat dengan cepat mengubah pendakian yang menyenangkan menjadi situasi yang berbahaya!

Gunung Takao: Sebuah Gunung di Tokyo dengan banyak Monyet

Mt Takao: A Tokyo Mountain with Monkeys

Masih termasuk dala kota Tokyo, Gunung Takao adalah gunung yang cocok untuk perpaduan sempurna antara hiking dan jalan-jalan. Gunung setinggi 599m di puncaknya dan telah menjadi situs selama lebih dari 1.000 tahun, dengan pengikut gunung (yang disebut dengan Yamabushi) datang ke sini untuk menjalani pelatihan pertapa.

Ada berbagai jalur untuk dipilih, dengan sebagian besar memakan waktu 2-3 jam, tetapi yang paling populer adalah jalur Omotesando. Jalan beraspal sepanjang 3 km dan melewati semua tempat wisata teratas, ini adalah jalan yang bagus tetapi tidak cukup mendaki. Pemandangan di sepanjang jalan utama termasuk Kuil Yakuoin dengan ukiran warna-warni dan patung Tengu yang tidak biasa, Museum Seni Trick, Kebun Binatang dan Kebun Raya Alami, dan Pemandian Air Panas (Onsen) yang dapat ditemukan di kaki gunung. Ada kafe dan mesin penjual otomatis di tengah dan puncak, juga dengan toiletnya.

Jika kamu ingin sesuatu yang sedikit lebih menantang, cobalah jalur Katsura Woods sepanjang 2,4 km, Kereta Air Terjun Biwa sepanjang 3,3 km yang merupakan salah satu pilihan yang lebih menantang atau jalur Peak Loop pendek 0,9 km. Semua jalur bertemu di dek observasi dengan rute Itchodaira melanjutkan ke tempat piknik bunga sakura dan ke Gunung Kobotoke. Kursi gantung dan kereta gantung adalah pilihan bagus untuk naik atau turun gunung, dengan biaya 250 JPY sekali jalan untuk orang dewasa.

  • Tingkat Kesulitan Mendaki: Mudah
  • Durasi Pendakian: 3-4 jam
  • Musim Pendakian: Sepanjang tahun
  • Akses dari Tokyo : Naik kereta Rapid di jalur kereta JR Chuo dari Tokyo arah Takao dan ganti kereta ke jalur Keio Takao, dan turun di Stasiun Takaosanguchi. Kamu dapat mulai mendaki dari sini atau berjalan ke Stasiun Kiyotaki untuk naik ropeway atau lift ski untuk sampai ke puncak gunung. 

Nokogiriyama: Mendaki Pegunungan Bergerigi

Nokogiriyama: Climb Sawtooth Mountain

Sebuah gunung dengan sebuah reputasi, Nokogiriyama, terletak di semenanjung Boso di prefektur Chiba, adalah tambang tua yang dipenuhi ratusan patung dan tepi tebing menakjubkan yang hanya untuk para pemberani. Ada kereta gantung yang merupakan cara paling umum untuk mencapai puncak, meskipun beberapa melakukan pendakian, dengan jalur yang memakan waktu sekitar 50 menit. Ada dua jalur utama yang dapat dipilih: rute Sharikimichi dan rute Kanto Fureiai No Michi. Kedua rute tersebut relatif sama, dengan situs tambang dan ukiran untuk dilihat di sepanjang jalan. Puncak gunung adalah puncak dengan jalan setapak yang luas yang mencakup pemandangan yang berbeda. Di tengah jalan atau di puncak tidak ada pemberhentian untuk membeli makanan, jadi bersiaplah dengan membawa minuman dan makanan yang cukup.

Salah satu yang menarik adalah Jigoku Nozoki, yang berarti 'pemandangan neraka', yang merupakan tebing curam (tetapi sangat aman) yang menawarkan pemandangan Semenanjung Boso, Teluk Tokyo, dan Gunung Fuji. Patung Buddha Raksasa, yang disebut Ishidaibutsu, adalah Buddha pahatan tebing terbesar di Jepang dan diukir pada tahun 1783. Sedikit lebih jauh, 1500 patung Arhat mewakili mereka yang telah mencapai pencerahan, dengan banyak yang rusak selama gerakan anti-Buddha setelah jaman Restorasi Meiji  (1868 - 1874).

  • Tingkat Kesulitan Mendaki: Menengah (tetapi ada pilihan naik cable car)
  • Durasi Pendakian: 3 - 4 jam
  • Musim Pendakian: Sepanjang tahun
  • Akses dari Tokyo : Naik kereta tujuan Hamakanaya (2 jam dari Stasiun Tokyo dengan harga tiket  2,000 JPY) atau naik kaal feri dari Keikyu-Kurihama di wilayah Kanagawa. 

Gunung Oyama: Hari Pendakian Yang Sempurna

Mt Oyama: The Perfect Day Hike

Terletak di prefektur tetangga Kanagawa, Gunung Oyama adalah tempat hiking yang populer berkat pilihan jalur, kereta gantung, dan pemandangannya yang indah. Gunung ini terletak di Taman Nasional Tanzawa-Oyama dan berada pada ketinggian dengan titik tertingginya mencapai 1252m . Sebagai gunung suci, Gunung Oyama memiliki kuil dan tempat suci yang dapat ditemukan di sepanjang jalurnya, dengan bentangan pertama ke pangkalan, melintasi kota kecil dan jalan yang dikenal sebagai Koma Sando, dinamai sesuai dengan mainan kayu yang diukir di sini. Daerah ini juga terkenal dengan produk tahu, berkat air sungai yang jernih, dengan banyak restoran yang menawarkan paket makan siang dan kotak makan siang untuk mendaki. Ada dua jalur utama: Onna-zaka (jalur wanita) dengan tujuh keajaiban atau Otoko-zaka (jalur pria), dengan kereta gantung di titik pemisahnya. Ketiganya berakhir di bangunan utama Kuil Oyama Afuri dengan kedai makanan ringan dan satu jam terakhir pendakian ke puncak di mana sebuah pondok gunung kecil menyajikan makan siang ringan dan bangunan kuil yang lebih kecil.

  • Tingkat Kesulitan Mendaki : Menengah (dengan pilihan naik cable car)
  • Durasi Pendakian: 4 - 5 jam
  • Musim Pendakian: Area yang lebih tinggi ditutup dari bulan Februari hingga April 
  • Akses dari Tokyo : Naik kereta di jalur Odakyu menuju Isehara (70 menit dari Stasiun Shinjuku, 600 JPY untuk orang dewasa), kemudian naik bis di perhentian no 4 dan turun di halte Oyama Cable Car (25 minutes, 320 JPY).

Gunung Kawanori: Air Terjun dan Dedaunan Berwarna di Musim Gugur

Mount Kawanori: Waterfalls and Autumn Leaves

Bagi mereka yang mencari pendakian yang lebih menantang, Gunung Kawanori adalah pilihan fantastis yang dapat didaki sepanjang tahun. Sementara para petualang musim dingin harus bersiap secara khusus, siapa pun yang mendaki Gunung Kawanori harus melakukan persiapan mendaki yang matang baik dan mengecek prakiraan cuaca pada hari itu, karena bagian tepi sungai bisa menjadi indah tetapi bisa menjadi berbahaya. Karena sebagian besar berhutan di sepanjang jalan, pendakian ini sangat indah di musim gugur, pelarian penuh alam yang ideal bagi mereka yang bosan dengan jalan-jalan Tokyo yang sibuk. Dengan tali untuk membantu di sepanjang beberapa bagian dan beberapa gerak kaki yang tangkas diperlukan saat berjalan di sepanjang sungai, ini adalah pendakian yang nyata, tetapi imbalannya sepadan dengan pemandangan di sepanjang jalan dan di puncak. Pemberhentian pertama berada di sekitar 35 menit pendakian dan terdapat toilet, sedangkan perhentian berikutnya sekitar 50 menit kemudian dan berada di Air Terjun Hyakuhiro yang menakjubkan. Dari sini kamu dapat memilih jalur yang lebih sulit (selanjutnya) atau yang lebih terawat (kiri). Puncaknya adalah tempat piknik yang populer, tanpa makanan atau minuman yang tersedia, jadi pastikan untuk menyiapkannya sendiri. Rute ini membawamu kembali ke rute berbeda yang berangkat dari Stasiun Hatanosu.

  • Tingkat Kesulitan Mendaki :  Sulit / Untuk yang berpengalaman (terutama musim dingin)
  • Durasi Pendakian: 4 - 5 jam
  • Musim Pendakian:  Sepanjang tahun, tetapi musim dingin butuh ekstra hati-hati
  • Akses dari Tokyo : Naik kereta di jalur JR Chuo/Ome tujuan Ome dan ganti kereta dengan jalur Ome,  turun di Okutama (2 jam, 1,270 JPY). Dari sana, naik bus (halte bus 1) ke Kawanori-bashi dan mulailah mendaki.
    *Catatan :  Rute ini tutup sementara tapi akan dibuka di tahun 2022.

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend