Tradisi Jepang : Menikmati Masakan Belut di "Hari Sapi"

Jika kamu pernah mengunjungi Jepang selama musim panas, kami yakin kamu pernah pergi ke toko serba ada atau supermarket dan melihat produk dengan tulisan "Hari Sapi"/ "Day of the Ox"/ 土用の丑の日 (どようのうしのひ) yang dengan belut atau barang-barang yang berhubungan dengan belut. Ini sebenarnya adalah bagian dari event dan hari berskala besar di mana orang Jepang memakan belut! Mari kita lihat hari seperti apa "Hari Sapi", mengapa orang makan belut pada hari itu, dan hal-hal lain apa yang terjadi!

Sekilas Tentang "Hari Sapi" atau "The Day of the Ox"

Secara sederhana, "Hari Sapi"/ "Day of the Ox"/ 土用の丑の日 adalah mewakili "Hari ketika musim berubah". Dalam bahasa Jepang, istilah "Pertengahan Musim Panas" digunakan dalam namanya, dan kata ini mewakili 18 hari sebelum hari pertama suatu musim. Ada 4 di antaranya sepanjang tahun, tetapi Musim Panas biasanya tepat setelah musim hujan berakhir di Jepang, biasanya di mana banyak orang akan jatuh sakit, itulah sebabnya acara ini dipilih untuk menjadi sebuah event khusus.

Alasan hari ini menggunakan "Sapi" adalah karena, di masa lalu, orang tidak menghitung hari dalam angka melainkan menggunakan 12 tanda zodiak Cina. Setiap tahun nama hari berbeda, jadi pastikan untuk melihat nama lainnya!

Alasan Mengapa Orang Menyantap Hidangan Belut di "Hari Sapi" / "Day of the Ox"

Di Jepang, kebiasaan makan belut pada hari ini sebenarnya sudah ada sejak Zaman Edo. Ada banyak teori berbeda tentang mengapa ini menjadi suatu kebiasaan, tetapi yang paling umum adalah "Teori Gennai Hiraga". Musim panas sebenarnya bukan musim belut, artinya yang biasanya dimasak dengan kecap shoyu, . Saat itulah toko dan restoran yang menjual belut berkumpul untuk meningkatkan penjualan belut selama periode ini, yang akhirnya menciptakan "Hari Sapi". Orang-orang yang belum pernah mengetahui tentang hari ini, mereka jadi menghentikan langkahnya dan mulai membaca tanda-tandanya, hingga menjadi semakin tertarik, akhirnya menuju ke toko untuk membeli belut! Sejak itu hari ini telah menjadi kebiasaan dalam masyarakat Jepang, yang sekarang hampir tidak ada yang tidak mengetahuinya!

Juga, konon kabarnya bahwmakan belut sangat bagus untuk memulihkan kekuatan karena memiliki banyak vitamin yang berbeda dan lemaknya yang memberikan energi bagi tubuh. Bahkan dikatakan membantu mencegah sengatan panas.

Jangan lupa juga memakan selain Belut!

"Hari Sapi" musim panas adalah saat tahun terpanas, yang dapat menyebabkan banyak orang menyerah pada sengatan panas, atau secara umum mengalami hanya rasa lelah. Sudah menjadi kebiasaan selama ini dari dulu untuk makan makanan yang dimulai dengan "u" dalam bahasa Jepang, tentu saja, termasuk "Belut" yang merupakan "Unagi" dalam bahasa Jepang, namun, karena penurunan dramatis dalam populasi belut di beberapa tahun terakhir, harga ikan melambung tinggi, yang berarti beberapa orang akan memilih makanan lain yang dimulai dengan "u" dalam bahasa Jepang daripada belut. Ini termasuk "Ushiya", "Udon", "Umeboshi", dan banyak lagi!

Bersantai dan Revitalisasi di "Ox Water" setelah Musim Panas

Selama "Hari Sapi" musim panas, ada juga kebiasaan lain di mana orang akan memasukkan ramuan obat ke dalam air mandi mereka untuk membantu pemulihan dan pencegahan sengatan panas. Ini telah menjadi kebiasaan sejak Zaman Edo untuk mempromosikan kesehatan yang baik. Alasan sebenarnya di balik mengapa hal ini begitu meluas adalah karena pada saat itu rumah tangga tidak mandi atau tidak mampu mandi setiap hari, yang berarti bahwa pada hari itu mereka akan membuat pengecualian untuk masuk ke kamar mandi yang membuatnya merasa seolah-olah itu membantu lebih banyak daripada yang sebenarnya.

Dapat dikatakan bahwa tradisi dan kebiasaan ini diciptakan oleh orang-orang di masa lalu untuk membantu pemulihan dan pencegahan sengatan panas dan pilek musim panas. Pastikan untuk mendapatkan banyak makanan bergizi dan istirahat yang cukup selama musim panas, dan tunggu angin sejuk musim gugur tiba.

Artikel Terkait

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend