Kota Okazaki di Aichi: Tempat Asalnya Bumbu Miso dan Aturan Keshogunan

Aichi’s Okazaki City: Home of Miso and Shogun Rulers

Sebuah kota bersejarah dengan tradisi lezat dan kastil bersejarah, Okazaki adalah tempat tujuan wisata sehari yang unik di prefektur Aichi. Tempat kelahiran shogun terkenal dan rumah bagi tradisi lama produksi miso serta kembang api dan lentera, kota ini kaya dengan budaya dan tradisi. Liburan sehari yang mudah dilakukan, hanya 30 menit dari Nagoya dan cukup sebagai tempat pelarian dari kegiatan rutin sehari-hari.

Di Mana Letak Okazaki?

Where is Okazaki?

Kota Okazaki terletak di tenggara Aichi, sebuah prefektur di wilayah Chubu di pulau utama Jepang, Honshu. Jaraknya sekitar 400 km dari Tokyo dan sekitar 40 km dari ibu kota prefektur Nagoya. Kota ini berada di wilayah pesisir, meskipun letaknya tidak langsung di pesisir, terdapat banyak hutan untuk dijelajahi. Kota ini berukuran sedang, dengan hanya di bawah 400.000 penduduk

Okazaki Terkenal Dengan Apa?

Okazaki adalah kota yang berkembang dengan ekspor modern termasuk bahan kimia dan mesin, tetapi ada banyak elemen budaya penting yang terkenal. Kota ini adalah tempat kelahiran Ieyasu Tokugawa, rumah Hatcho Miso dan juga salah satu pusat utama produksi lentera batu yang dikenal sebagai toro serta kembang api.

Ieyasu Tokagawa : Seorang Shogun Terkenal

Ieyasu Tokagawa : A Famed Shogun

Lahir sebagai Takechiyo Matsudaira di Kastil Okazaki pada tahun 1543, Ieyasu Tokugawa adalah tokoh penting dalam sejarah Jepang. Salah satu 'Pemersatu Besar' Jepang, ia menjadi pendiri Keshogunan Tokugawa yang memerintah Jepang dari tahun 1602 hingga era Meiji yang dimulai pada tahun 1868. Ieyasu sendiri memerintah selama 13 tahun setelah bekerja dengan Nobunga Oda dan Hideyoshi Toyotomi untuk menyatukan negara Jepang. kemudian ia menciptakan sistem bakuhan untuk mengontrol kekuatan daimyo dan samurai.

Selain mengunjungi tempat kelahirannya dan pulang ke Kastil Okazaki, bagi mereka yang tertarik dengan kehidupan dan warisannya tidak boleh melewatkan Museum Ieyasu dan Mikawa Bushi yang merinci perjuangannya untuk menyatukan Jepang. Ada juga sumur Ieyasu, di mana airnya digunakan untuk mandi pertama kalinya di halaman kastil. Saat ia dimakamkan di Nikko, Kuil Daijuji di Okazaki dibangun kembali untuk mengenangnya oleh cucunya pada peringatan 17 tahun kematiannya. Kuil ini berada di garis pandang langsung kastil dan merupakan tempat peristirahatan klan Matsudaira, yang merupakan nenek moyang dari keluarga Tokugawa.

Hatcho Miso: Rasa Yang Unik 

Hatcho Miso: A Unique Flavour

Berbagai pasta miso lokal, Hatcho Miso dibuat menggunakan teknik tradisional yang tidak berubah sejak produksi dimulai pada abad ke-14. Pasta miso berwarna lebih gelap atau merah, tekniknya menggunakan kedelai dan garam serta memiliki rasa asam dan pahit yang khas. Kacang dikukus bukannya direbus seperti pembuatan miso pada umumnya dan matang selama dua tahun dalam tong kayu cedar dengan tiga ton atau batu sungai diletakkan di atasnya. Masih dibuat menggunakan metode yang melelahkan ini, miso adalah produk terkenal di seluruh Jepang dan diyakini memiliki banyak khasiat untuk mempertahankan kesehatan yang baik serta tanggal kadaluarsa yang lama. Nama tersebut berasal dari alamat distrik pembuatan miso yaitu, 8-cho (hatcho) dari kastil, setara dengan sekitar 900m dalam ukuran modern. Hingga saat ini ada dua perusahaan miso yang masih membuat Hatcho miso, Maruya yang dimulai pada 1337 dan Kakukyu yang dimulai pada 1645. Yang terakhir ditunjuk sebagai penyedia untuk kaisar dan menawarkan tur di lahan miso mereka (detail di bawah) dan pengunjung dapat berjalan-jalan di sepanjang Hatcho Street ke melihat bangunan kedua perusahaan.

Banyak restoran di kota ini menggunakan hatcho miso dalam hidangannya, tetapi jika ingin mencoba berbagai macam hidangan di satu tempat, Kakukyu Hatchomura adalah tempat yang tepat. Di sini terdapat restoran dan kafe yang semuanya menggunakan hatcho miso, hidangan yang cocok untuk semua orang.

Informasi

  • Nama restoran: Kakukyu Hatchomura
  • Alamat: 69 Okandori, Hatcho-cho, Okazaki, Aichi
  • Lokasi: Kafetaria adalah bagian dari Gedung Kakukyu di jalan yang sejajar dengan Hatch-kura dori (Jalan Hatcho) di barat laut Taman dan kastil Okazaki.
  • Akses: Kafetaria berjarak beberapa menit berjalan kaki dari stasiun Okazakikoen-mae di Jalur Meitetsu-Nagoya atau Nakaokazaki di jalur kereta Aichi Loop.

Tempat Wisata yang ada di Okazaki

Okazaki memiliki pilihan tempat wisata tradisional untuk dinikmati mulai dari kastil hingga pabrik miso, dengan banyak kuil dan wihara yang menakjubkan.

Kastil Okazaki dan Taman 

Okazaki Castle and Park

Originally built in 1445, Okazaki Castle is the most famous spot in the city for visitors and locals alike. As the birthplace of Ieyasu Tokugawa, it holds national significance and while it was destroyed over centuries, it was rebuilt in its original style in 1959 and is an impressive sight. Inside are displays of Edo-era history with preserved samurai items and displays about the area’s history of firework production. The grounds, now called Okazaki Park, are filled with cherry trees, a beautiful wisteria called the Gomangoku, Tatsuki Shrine and a museum dedicated to the life of Ieyasu Tokugawa.

Awalnya dibangun pada tahun 1445, Kastil Okazaki adalah tempat paling terkenal di kota bagi pengunjung dan penduduk lokal. Sebagai tempat kelahiran Ieyasu Tokugawa, ia memiliki makna nasional dan meskipun hancur selama berabad-abad, ia dibangun kembali dengan gaya aslinya pada tahun 1959 dan merupakan pemandangan yang mengesankan. Di dalamnya terdapat pajangan sejarah era Edo dengan barang-barang samurai yang diawetkan dan pajangan tentang sejarah produksi kembang api di daerah tersebut. Halamannya, sekarang disebut Taman Okazaki, dipenuhi dengan pohon sakura, wisteria indah yang disebut Gomangoku, Kuil Tatsuki, dan museum yang didedikasikan untuk kehidupan Ieyasu Tokugawa.

Informasi

  • Nama tempat: Okazaki Koen (岡崎公園)
  • Alamat: 5611 Koseicho, Okazaki
  • Lokasi: Kastil Okasaki berada di dalam Taman Okazaki, di sepanjang Sungai Oto di utara kota.
  • Akses: Kastil dan taman berjarak 5 menit berjalan kaki dari stasiun Okazakikoen-mae di Jalur Meitetsu-Nagoya atau Nakaokazaki di jalur kereta Aichi Loop.
  • Jam Operasional: 09:00 - 17:00
  • Harga Tiket Masuk: Orang dewasa 200 yen dan anak-anak 100 yen, juga tersedia tiket gabungan untuk museum dengan masing-masing seharga 510 yen dan 270 yen.

Kuil Shinto dan Kuil Buddha Takisan

Takisan Shrine and Temple

Kuil Takisan didirikan pada awal abad ke-7 oleh Kaisar Tenmu dan merupakan daya tarik utama bagi para pengikutnya. Kuil yang menyertainya dibangun pada tahun 1646 oleh cucu Ieyasu Tokugawa, Iemitsu, yang juga menjadi shogun. Sejumlah bangunan termasuk aula utama dan gerbang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Di sini kamu dapat melihat sejumlah dekorasi mengesankan, termasuk 50 lentera batu tradisional yang membuat kota ini terkenal, semuanya disumbangkan oleh Penguasa Kastil Okazaki yang berbeda. Festival tahunan yang bernama Oni Matsuri, yang berarti festival iblis, diadakan setiap bulan Februari, menarik banyak orang. Festival dramatis melibatkan pembakaran obor dan ritual untuk pria berusia 12, 25 dan 42 tahun dan merupakan cara tradisional untuk menyambut musim semi.

Informasi

  • Nama tempat: Takisan Tosho-gu dan Takisanji
  • Alamat: Yamagomori-117, Takicho, Okazaki, Aichi
  • Lokasi: Kuil Shinto dan kuil Buddha terletak di timur laut kota.
  • Akses: Daerah ini paling baik dicapai dengan mobil atau naik bus Meitetsu dari Stasiun Higashi Okazaki, turun di halte bus Takisanji-shita.
  • Jam Operasional: 09:00 - 17:00
  • Harga Tiket Masuk: Orang dewasa 200 yen untuk masuk ke Kuil Shinto utama, dan 300 yen untuk masuk ruang harta peninggalan.

Kakukyu Hatcho Miso no Sato

Kakukyu Hatcho Miso no Sato

Salah satu dari dua pembuat miso hatcho yang tersisa di Okazaki, Kakukyu telah mengubah bangunan pabrik asli mereka menjadi museum dan toko untuk pengunjung yang tertarik dan bangunan tersebut, dan terdaftar menjadi Properti Budaya Berwujud yang Terdaftar di Jepang. Mereka menawarkan tur berpemandu gratis dengan rekonstruksi metode tradisional yang mengesankan dari periode Edo (dimulai pada awal abad ke-17) serta mencicipi produknya. Ada alat asli yang dipajang, penjelasan teknik dan foto-foto proses di masa lalu. Toko ini memiliki banyak suvenir berbeda yang menampilkan miso, termasuk kue, biskuit, dan saus. Tur gratis dan dapat diatur sebelumnya, dengan walk-in juga diterima (walaupun disarankan untuk memesan terlebih dahulu terutama jika meminta tur bahasa Inggris). Area Hatchokura dori adalah tempat yang indah untuk dijelajahi selain pabrik dengan jalan berliku yang pernah digunakan untuk produksi dan pengiriman miso.

Informasi

  • Nama tempat: Kakukyu Miso no Sato
  • Alamat: 69 Okandori, Hatcho-cho, Okazaki, Aichi
  • Lokasi: Gedung Kakukyu berada di jalan yang sejajar dengan Hatch-kura dori (Jalan Hatcho) di barat laut Taman dan Kastil Okazaki.
  • Akses: Bangunan ini berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun Okazakikoen-mae di Jalur Meitetsu-Nagoya atau Nakaokazaki di jalur kereta Aichi Loop.
  • Jam Operasional: Tur tersedia dari pukul 09:00 - 16:00 pada hari biasa dan pukul 09:30 - 16:30 pada akhir pekan dan hari libur dengan toko buka dari pukul 09:00 hingga 17:00.

Kuil Shinto Rokusho

Didirikan pada tahun 1602 oleh Ieyasu Tokugawa, kuil kecil namun indah ini adalah tempat populer bagi pengunjung yang belajar tentang shogun. Dewa dari tempat peristirahatan asli klan Matsudaira dipindahkan ketika Honden (aula utama) selesai dibangun. Generasi penerus keluarga Ieyasu merenovasi kuil, termasuk cucu dan cicitnya. Sejumlah bangunan termasuk aula utama, aula persembahan dan gerbang romon terdaftar sebagai Properti Budaya Penting.

Informasi

  • Nama tempat: Rokusho Shrine (六所神社)
  • Alamat: 44 Mimitori Myodaijicho, Okazaki, Aichi
  • Lokasi: Kuil ini berada di selatan Sungai Oto di Kota Okazaki.
  • Akses: Berjarak lima menit berjalan kaki dari Stasiun Higashi-Okazaki di Jalur Meitetsu-Nagoya.

Cara Pergi ke Okazaki

Okazaki hanya berjarak 30 menit dari Stasiun Nagoya di Jalur Utama JR Tokaido, dengan biaya 620 yen dengan layanan reguler. Jika kamu bepergian dari Osaka, akan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 50 menit dari Shin-Osaka ke Nagoya dengan kereta shinkansen, dengan biaya 5.940 yen tanpa reservasi, sebelum naik kereta setengah jam ke Okazaki. Jika berangkat dari Tokyo, pengunjung dapat naik shinkansen ke Stasiun Toyohashi, membutuhkan waktu 80 menit sebelum beralih ke JR Tokaido Line Rapid selama 20 menit perjalanan ke Okazaki, dengan biaya total 9.120 yen (tanpa reservasi).

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend