Wagashi Manakah Yang Paling Cocok Untukmu?

Discover the Perfect Wagashi for You!

"Wagashi" adalah kue tradisional Jepang. Kata "Wagashi" terdiri dari kanji WA (和 = Jepang) dan GASHI (菓子 = Kue). Banyak kue yang cantik dan menggugah selera walau hanya dilihat, dan apakah kamu pernah mencoba makan sebelumnya? Kami akan memperkenalkan berbagai jenis wagashi. Bahkan mungkin ada beberapanya yang pernah kamu lihat atau makan!

Wagashi Terbuat dari Tepung Ketan (Mochigome)

Mari kita lihat beberapa wagashi paling terkenal yang dinikmati sebagai camilan sehari-hari atau digunakan untuk acara-acara khusus masyarakat Jepang, seperti mochi, daifuku, dango, ohagi, dan lainnya.

Wagashi Yang Diisi dengan Anko dan Dibungkus dengan Mochi

Wagashi That Are Filled with Anko and Wrapped in Mochi

Anko yang dibungkus dengan mochi disebut dengan "daifukumochi", dan ada jenis mochi lain yang dibungkus dengan daun ek yang disebut sebagai "kashiwamochi". Kashiwamochi sering dimakan selama hari libur Jepang setiap bulan Mei untuk merayakan pertumbuhan anak laki-laki yang disebut "Dango no Sekku. ”Saat musim semi menjelang akhir Februari, banyak toko yang raknya dilapisi dengan sakuramochi, wagashi dengan anko yang dibungkus dengan mochi. Ada dua jenis sakuramochi: satu dibuat dengan tepung (seperti terlihat pada foto di kiri atas), dan satu lagi dengan tepung beras domyoji (seperti yang terlihat pada foto di sebelah kanan atas) Keduanya populer di Jepang, tetapi selera orang pastinya akan berbeda.

Wagashi Dibuat dengan Mochi dan Ditutup dengan Anko

Wagashi Made with Mochi and Covered in Anko

Variasi wagashi lainnya menggabungkan mochi yang dilapisi anko yang disebut "ohagi" yang masih buatan tangan di rumah-rumah di pedesaan. Ada dua jenis anko: jenis anko halus, yang disebut dengan "koshian", dan jenis yang tidak halus dengan beberapa cangkang kacang masih utuh, disebut “tsubuan.” Orang Jepang terbagi berdasarkan varietas yang mereka sukai Tergantung daerahnya, beberapa ohagi mengganti anko dengan kinako (bubuk kedelai) atau wijen.

Dango: Kue Yang Berpenampilan Menarik

Dango: An Adorable Treat

Dango adalah mochi yang dibuat menjadi bola seukuran sekali makan. Gambar di atas menunjukkan dango dengan jenis ditusuk, tetapi ada jenis dango yang tidak ditusuk juga. Ada banyak jenis dango, jadi kami sarankan untuk membaca artikel kami tentang Dango.

Monaka

Monaka

Monaka dibuat dengan mochi yang telah diregangkan dan dibuat tipis, dimasak dan dibuat menjadi kulit luar, kemudian diisi dengan anko. Meskipun wagashi yang kami perkenalkan sebelumnya berbentuk lengket, monaka ini mempunyai rasa yang renyah.

Wagashi Terbuat dari Tepung

Wagashi Made with Flour

Wagashi ini dibuat dengan menggunakan ulenan tepung sebagai kerak, mengisi bagian tengah dengan anko, dan kemudian dikukus. Konon kabarnya ini dikembangkan sebagai variasi dari mantou dan baozi Cina. Dahulu kala, meletakkan chestnut di tengah adalah hal biasa, tetapi baru-baru ini, menempatkan stroberi di tengah telah menjadi populer.

Dorayaki: Kue Tradisional Jepang Yang Selalu Populer

Dorayaki: A Famous Anime Treat

Dorayaki terbuat dari kulit luar yang pipih dan bundar seperti pancake dengan anko diapit di tengahnya. Wagashi ini dapat kamu beli dengan mudah di supermarket. Ada varietas yang bahkan menggunakan kastanye, mentega, dan krim kocok sebagai isiannya.

Penasaran dengan cara membuat Dorayaki? Dapat kamu lihat di artikel ini: Cara Membuat camilan favoritnya Doraemon: Dorayaki

Castella

Castella

Wagashi ini awalnya merupakan makanan penutup yang dibawa ke Jepang melalui Portugal yang diubah rasanya sesuai dengan selera orang Jepang. Nagasaki terkenal sebagai pembuat kue castella. Kue ini merupakan gabungan tepung, telur, dan gula, tetapi saat ini, madu bahkan telah dimasukkan ke dalam campuran. Bahkan ada varietas yang berwarna hijau karena di campur matcha, bahkan dengan rasa coklat.

Senbei: Camilan Jepang Yang Gurih

Senbei: The Salty Wagashi

Ada jenis Wagashi lain yang disebut dengan “senbei” yang menggunakan adonan tepung terigu dan tepung beras, yang kemudian diregangkan hingga encer, lalu dibakar atau digoreng. Kamu sering dapat melihat senbei di toko swalayan atau supermarket dengan rasa garam dan kecap, terkadang dengan potongan rumput laut kering yang melilitnya. Untuk melihat lebih dalam tentang berbagai jenis, lihat artikel kami yang membahas semua tentang Senbei.

 Wagashi Artistik yang Menggabungkan Anko Dengan Kentang

An Artistic Wagashi Combining Anko and Potato

Wagashi Artistik yang Menggabungkan Anko dengan Kentang,  Wagashi cantik ini disebut "nerikiri". Nerikiri dibuat dengan menggunakan koshian (putih atau hitam), gula pasir, ubi jepang, shiratamako, dan tepung kentang yang kemudian dicampur lalu dibentuk dan dipotong dengan perkakas kayu kecil. Bentuk dan desainnya sering kali terinspirasi oleh musim pembuatannya. Pengrajin wagashi membuatnya dengan hati-hati, satu per satu, dengan tangan.

Permen Adalah Umum di Seluruh Dunia, Jadi Apa Yang Membedakannya Dengan Ame?

Candies are Common the World Over, So What Sets Ame Apart?

"Ame" adalah sejenis permen Jepang yang terbuat dari 10% air. Teerdapat banyak jenis ame, tetapi umumnya dibagi menjadi tipe keras dan tipe lunak. Metode tradisional pembuatannya menggabungkan sirup pati, gula, dan perasa yang berbeda. Kokutou-ame, hakka ame, dan nikka ame adalah beberapa variasinya. Soft ame dibuat dengan mencampurkan sirup pati, gula pasir, bubuk pemutih, bubuk kedelai, dan bubuk yang kemudian diuleni. Karamel yang menggunakan mentega juga termasuk jenis ame yang lembut. Mari kita lihat berbagai jenis ame yang ada di Jepang.

Konpeito

Permen gula batu ini berbentuk lingkaran dan bergelombang di permukaannya. Dibuat dengan molase dan tepung.

Kintaro-ame

Di mana pun kamu memotong wagashi berbentuk tongkat panjang ini, kamu akan selalu melihat wajah Kintaro. Kintaro adalah protagonis dari dongeng Jepang kuno. Saat ini, wagashi hadir dalam berbagai desain, seperti bunga atau buah. Sebuah merek bernama papabubble membuat kintaro-ame dengan gambar-gambar lucu di tengahnya.

Chitose-ame

Wagashi ini memiliki tebal sekitar 1,5 cm dan panjang 1 meter. Sering diberikan kepada anak-anak untuk mendoakan kesehatan dan pertumbuhan mereka selama perayaan Shichi-go-san Jepang. “Chitose” menggunakan kanji untuk usia 1000 dan tahun, sehingga permen ini juga dianggap dapat memberikan kesehatan yang baik dan kekuatan untuk menjalani hidup.

Wagashi Dengan Tekstur Seperti Jelly

Wagashi with a Jelly-like Texture

“Yokan” adalah wagashi tradisional yang menggabungkan anko yang terbuat dari azuki dan kanten (agar-agar) yang kemudian dipadatkan. Tergantung dari jumlah banyaknya kanten yang digunakan, jika menggunakan lebih banyak kanten, nama yokan akan berubah menjadi neriyokan yang lebih keras, sedangkan jika lebih sedikit menggunakan kanten, namanya berubah akan menjadi mizuyokan yang lebih lembut. Neriyokan adalah wagashi yang bisa dimakan sepanjang tahun, namun, selama bulan-bulan musim panas, mizuyokan yang sejuk dan menyegarkan adalah suguhan yang menyegarkan.

Kami harap kamu dapat menikmati tampilan berbagai jenis wagashi ini dan mempelajari sesuatu yang baru selama prosesnya!

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend