Udon adalah salah satu hidangan mi yang telah lama dicintai oleh masyarakat Jepang. Di seluruh Jepang, terdapat banyak sekali toko khusus udon, masing-masing menawarkan cita rasa sup yang unik dan berbagai macam topping untuk dinikmati. Selain itu, banyak daerah memiliki gaya udon lokal mereka sendiri, yang dikenal sebagai “gotouchi udon”, yang berkembang selaras dengan iklim dan budaya setempat, serta dihargai sebagai bagian penting dari budaya kuliner lokal yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kali ini, tim editorial FUN! JAPAN akan memperkenalkan secara detail berbagai jenis udon yang dicintai di seluruh Jepang, bahan-bahannya, dan cara terbaik untuk menikmatinya!

*Jika Anda membeli atau memesan produk yang diperkenalkan dalam artikel ini, sebagian dari penjualan mungkin akan dikembalikan ke FUN! JAPAN.

🚅Pesan tiket Shinkansen Anda dengan NAVITIME Travel! 👉 Klik di sini

🛫Pesan tiket pesawat Anda dengan NAVITIME Travel! 👉 Klik di sini

😄Nikmati perjalanan ke Jepang yang lebih nyaman dengan NAVITIME eSIM!👉Klik di sini

👉Pesan Hotel & Ryokan di JAPANiCAN🏨


Apa itu Udon? Tinjauan Asal-usul dan Karakteristiknya

Udon adalah jenis mi yang terbuat dari tepung terigu. Secara umum, udon lebih tebal dibandingkan jenis mi lainnya dan memiliki tekstur kenyal serta elastis, sehingga menjadi makanan pokok dalam masakan Jepang. Dibandingkan dengan soba atau ramen, udon berwarna putih dan halus, serta ketebalan mi bervariasi tergantung pada toko. Konon, udon diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok. Pada saat itu, ada daerah-daerah di mana menanam beras putih sulit dilakukan, sehingga udon dipilih sebagai pengganti dan menjadi makanan pokok.

Apa itu “Tiga Udon Terbesar di Jepang”? Temukan 7 Varian Udon Daerah Pilihan!

Udon adalah makanan pokok dalam masakan Jepang, dan di beberapa daerah, udon kenyal menjadi makanan khas lokal. Di antara banyak jenis udon, Sanuki Udon dari Kagawa, Inaniwa Udon dari Akita, dan Mizusawa Udon dari Gunma dikenal sebagai Tiga Udon Terbesar di Jepang. Tentu saja, masih banyak tempat lain yang menawarkan hidangan udon daerah yang unik, jadi jika Anda punya kesempatan untuk bepergian, kami sangat merekomendasikan untuk mencobanya.

Prefektur Kagawa: Sanuki Udon【Salah Satu dari Tiga Udon Terbesar di Jepang】

Atas izin: Asosiasi Pariwisata Prefektur Kagawa

Sanuki Udon memiliki ciri khas bentuk persegi dan tekstur kenyal. Udon ini berasal dari Prefektur Kagawa di pulau Shikoku, dan "Sanuki" adalah nama lama untuk wilayah Kagawa. Sejarah Sanuki Udon sudah ada lebih dari seribu tahun, dan konon biksu Buddha Kukai memperkenalkan metode pembuatan udon ke Jepang dan mengajarkannya kepada masyarakat Sanuki. Iklim Prefektur Kagawa sangat ideal untuk menanam gandum berkualitas tinggi, sehingga menghasilkan udon yang elastis dan halus. Saat ini, ada lebih dari 600 toko khusus udon di Kagawa, dan udon telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat prefektur tersebut, sehingga Kagawa dijuluki "Prefektur Udon".

Prefektur Akita: Inaniwa Udon【Salah Satu dari Tiga Udon Terbesar di Jepang】

​​​​Courtesy of: Prefektur Akita

Inaniwa Udon dari Prefektur Akita dikenal karena bentuknya yang tipis dan merupakan salah satu jenis udon paling terkenal di Jepang. Inaniwa adalah nama tempat di Akita, dan sejarah udon ini sudah ada sejak abad ke-17. Konon, seorang penduduk setempat memperbaiki proses pengeringan dan menyempurnakan teknik menguleni, sehingga memungkinkan pembuatan mie yang lebih tipis. Teknik ini diwariskan secara turun-temurun, berkembang menjadi gaya unik Inaniwa Udon dan membantu membangun reputasinya. Adonan diuleni dan diproses dengan tangan berulang kali, sehingga udara masuk ke dalam mie. Hal ini memungkinkan mie disimpan dalam waktu lama dan memberikan tekstur yang kenyal.

​​​​Prefektur Gunma: Mizusawa Udon【Salah Satu dari Tiga Udon Terbesar di Jepang】​​​

Mizusawa Udon dari Prefektur Gunma memiliki ciri khas warna putih yang sangat cerah dan tekstur yang hampir transparan serta halus. Sejarahnya sudah ada sekitar 400 tahun lalu, awalnya disajikan sebagai hidangan untuk para pengunjung Kuil Mizusawa-dera di Kota Shibukawa. Sebuah asosiasi khusus mensertifikasi kualitas Mizusawa Udon, yang dibuat dengan metode tradisional, termasuk proses pengulenan rahasia selama dua hari dan menggunakan air murni dari Gunung Haruna.

Prefektur Mie: Ise Udon

(C) Ise-Shima Tourism & Convention Organization

(C) Ise-Shima Tourism & Convention Organization

Kota Ise di Prefektur Mie adalah kota kecil, namun memiliki makna sejarah yang sangat penting. Ziarah ke Kuil Ise Jingu dulunya sangat populer, dan Ise Udon lahir dari tradisi ini. Untuk menjaga perut para peziarah yang lelah setelah perjalanan panjang, mie udon yang tebal direbus hingga lembut, diberi topping daun bawang dan serutan ikan bonito, lalu disajikan dengan saus kental yang terbuat dari ikan sarden kering dan kecap asin.

Prefektur Yamanashi: Hōtō

Hōtō, a local specialty of Yamanashi Prefecture

Hōtō adalah hidangan lokal khas Prefektur Yamanashi dan dianggap sebagai makanan jiwa penduduknya. Hidangan ini terdiri dari mie tebal dan pipih yang terbuat dari tepung gandum yang diuleni, direbus bersama bahan-bahan seperti labu, kentang, jamur, sayuran musiman, dan daging dalam kuah berbasis miso. Karena mie dimasak dengan tepung yang masih menempel, sup menjadi kental dan sangat cocok dipadukan dengan mie yang kenyal. Secara historis, bahkan ada legenda bahwa Takeda Shingen, seorang panglima perang dari zaman Sengoku, memakan hōtō sebagai makanan di medan perang.

Prefektur Aichi: Kishimen

Kishimen, hidangan mie pipih dari Prefektur Aichi

Kishimen, yang dicintai sebagai makanan jiwa Prefektur Aichi, adalah jenis udon yang ditandai dengan bentuknya yang pipih, berukuran sekitar 1 mm tebal dan 7–8 mm lebar. Ada berbagai teori tentang asal-usul namanya, namun salah satunya menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari “Goishi-men” (kishimen), sebuah manisan Tiongkok yang berbentuk seperti batu Go. Mie pipih ini menyerap rasa kaldu dengan baik, dan secara tradisional disajikan dalam sup kaya yang terbuat dari kaldu ikan frigate kering (muroaji) yang dipadukan dengan kecap tamari, yang terutama dibuat dari kedelai. Toppingnya meliputi kamaboko merah khas Nagoya (kue ikan), aburaage (tahu goreng), bayam, dan taburan katsuobushi yang melimpah.

Prefektur Nagasaki: Gotō Udon

Gotō Udon, a specialty of the Gotō Islands in Nagasaki

© Federasi Pariwisata Prefektur Nagasaki

Gotō Udon, yang dibuat di Kepulauan Gotō, Prefektur Nagasaki, dikenal dengan mie tipis seperti benang yang dihasilkan dengan metode tarik tangan. Selama proses penarikan, minyak camellia yang dapat dimakan dan diproduksi secara lokal digunakan untuk mencegah mie teroksidasi. Hal ini juga memberikan kilau seperti porselen pada mie, tekstur mulut yang halus dan kenyal, serta rasa yang kaya. Secara lokal, cara terbaik untuk menikmatinya adalah dengan kaldu lezat yang dibuat dari “ago” (ikan terbang) yang dipanggang dengan arang, menjadikan hidangan ini sebagai kelezatan luar biasa yang dibentuk oleh iklim dan budaya unik Gotō.

Prefektur Toyama: Himi Udon

Himi Udon, a specialty of Toyama Prefecture

​​​​© Organisasi Pariwisata Toyama

Himi Udon dari Kota Himi, Prefektur Toyama, adalah jenis udon dengan sejarah lebih dari 270 tahun, berasal dari pertengahan periode Edo dengan mengadopsi teknik dari Noto. Dahulu, mie ini pernah dipersembahkan sebagai upeti kepada Domain Kaga. Keunggulan utamanya terletak pada teknik pengrajin “buatan tangan, ditarik tangan, dan dipilin tangan”, di mana adonan dipilin dan ditarik hingga tipis, menciptakan struktur gluten yang halus. Berkat hal ini, bahkan sebagai mie kering, Himi Udon menawarkan tekstur kenyal seperti mochi dan sensasi mulut yang halus serta menyenangkan.​​​

​​​​Prefektur Fukuoka: Hakata Udon (Fukuoka)​​​​​

Photo courtesy of Fukuoka City

​​​​Foto milik Kota Fukuoka

Prefektur Fukuoka dikatakan sebagai tempat kelahiran udon, dengan kisah bahwa biksu Shoichi Kokushi membawa metode tersebut dari Tiongkok pada zaman Kamakura. Ciri khas Hakata Udon adalah “mie lembut”-nya, yang sangat berbeda dengan daerah lain. Biasanya dinikmati dengan kaldu dashi yang halus, dan topping seperti “gobo-ten” (tempura akar burdock) yang diiris tebal dan “maru-ten” (kue ikan goreng) sangat populer di kalangan penduduk lokal. Sudah menjadi kebiasaan juga untuk memesan “kashiwa onigiri” (nasi kepal dengan ayam) sebagai lauk pendamping udon Anda.​​​

​​​​Prefektur Okayama: Tsuyama Horumon Udon (Okayama)​​​​​

© Federasi Pariwisata Prefektur Okayama

© Federasi Pariwisata Prefektur Okayama

Tsuyama Horumon Udon adalah hidangan khas daerah Tsuyama di Prefektur Okayama, yang terdiri dari udon yang ditumis bersama jeroan sapi di atas wajan panas untuk menciptakan hidangan yang mengenyangkan dan menambah energi. Rasa gurih dari lemak jeroan sapi segar berpadu sempurna dengan udon, menghasilkan cita rasa yang menggugah selera dan lezat. Hidangan ini sangat dipuji di acara seperti “B-1 Grand Prix” yang mempromosikan revitalisasi daerah, dan kini menjadi favorit banyak orang sebagai hidangan perwakilan yang mencerminkan sejarah dan budaya kuliner Tsuyama, melampaui sekadar masakan rumahan.

​​​​Bagaimana Cara Menyiapkan Udon? 6 Cara Klasik Menikmati Udon di Jepang

​​Metode persiapan dan topping udon berbeda-beda di setiap daerah. Meskipun mie udon sendiri memiliki rasa yang cukup sederhana dan ringan, ada banyak cara untuk menikmatinya. Udon dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan serbaguna, sehingga cocok untuk hidangan berkuah maupun tumis. Tergantung musim atau cuaca, Anda bisa menikmatinya dingin saat musim panas atau panas saat musim dingin. Silakan tambahkan topping favorit sesuai selera Anda.

Kake Udon (Panas)

Kake Udon panas adalah bentuk udon yang paling dasar. Cukup masukkan mie udon yang sudah direbus ke dalam mangkuk berisi mentsuyu (kuah kaldu mie) yang sangat panas. Kuah yang ringan memungkinkan Anda menikmati rasa alami udon sepenuhnya. Tambahkan irisan daun bawang, remah tempura renyah, dan sedikit jahe segar untuk hidangan sederhana namun lezat.

Zaru Udon (Dingin)

Setelah mie udon yang direbus didinginkan, mie tersebut ditiriskan dan diletakkan di atas nampan bambu yang disebut zaru, dan hidangan ini disebut "Zaru Udon." Biasanya, irisan daun bawang, nori, dan jahe ditambahkan ke dalam saus celup khusus yang disebut "mentsuyu." Rasanya yang segar dan sederhana sangat cocok untuk musim panas.

Kamaage Udon (Panas)

Kamaage Udon disajikan dalam mangkuk kayu

Kamaage Udon berbeda dengan udon berkuah biasa. Untuk Kamaage Udon, mie yang sudah direbus langsung diambil dari panci dan disajikan panas dalam mangkuk kayu tanpa didinginkan. Ada berbagai ukuran, mulai dari porsi individu hingga porsi besar untuk dinikmati bersama keluarga. Biasanya dinikmati dengan saus celup khusus. Ambil udon dari mangkuk kayu dan pindahkan ke mangkuk Anda sendiri sebelum dimakan.

Curry Udon (Panas)

Curry Udon dengan kuah kari Jepang yang kaya

Musim dingin adalah waktu yang sempurna untuk menikmati Curry Udon yang menghangatkan! Alih-alih kuah dashi yang ringan, digunakan kari Jepang. Kari yang kental biasanya diencerkan dengan mentsuyu (kuah kaldu mie) untuk membuat kuah rasa kari, sehingga sangat digemari anak-anak.

Nabeyaki Udon (Panas)

Nabeyaki Udon direbus bersama sayuran dan telur

Merebus udon bersama sayuran, telur, dan bahan-bahan lainnya dalam panci adalah hidangan musim dingin yang populer. Udon direbus dalam kaldu ringan bersama tempura, telur, kue ikan, sayuran, dan bahan lainnya, sehingga rasa udon semakin lezat dan nikmat.

Yaki Udon (Panas)

Yaki Udon tumis dengan sayuran dan daging

Yaki Udon terdiri dari berbagai bahan seperti wortel, daging iris tipis, dan kubis. Mie dan bahan-bahan ditumis di atas wajan atau teppan hingga matang, lalu ditambahkan sedikit kecap asin untuk menambah cita rasa. Dibandingkan dengan hidangan udon lainnya, rasanya lebih kuat dan sering ditemukan di restoran teppanyaki Jepang serta izakaya.

Buat Udon Anda Semakin Lezat! 5 Topping Rekomendasi

Hanya dengan menambahkan sedikit topping atau berkreasi, Anda bisa membuat udon Anda semakin lezat! Topping yang umum antara lain tempura, tempura sayuran, dan kue ikan.

Tsukimi Udon: Topping Telur

Tsukimi Udon dengan topping kuning telur mentah

Tsukimi Udon mungkin belum begitu dikenal oleh wisatawan. Tsukimi Udon adalah hidangan dengan topping kuning telur mentah, yang melambangkan bulan di langit. “Tsukimi” berarti melihat bulan, dan mie udon yang putih bersih diibaratkan seperti awan di langit, sedangkan kuning telur melambangkan bulan. Dari sinilah nama hidangan ini berasal. Bukankah nama "Tsukimi Udon" terdengar puitis dan indah?

Tanuki Udon: Topping Tenkasu

Tanuki Udon dengan topping remah tempura renyah (tenkasu)

Tanuki udon dibuat dengan menaburkan remah tempura renyah (tenkasu atau agedama) di atasnya.

Kitsune Udon: Topping Aburaage (Tahu Goreng)

Kitsune Udon dengan topping aburaage (tahu goreng)

Kitsune udon adalah hidangan sederhana berupa mie udon yang diberi topping aburaage (tahu goreng).

Chikara Udon: Topping Mochi

Chikara Udon dengan topping mochi

"Chikara udon" secara harfiah berarti udon dengan mochi. Biasanya dinikmati dengan bahan seperti mochi panggang. Apakah makan ini benar-benar membuat Anda jadi kuat tidak diketahui, tapi menambahkan mochi ke udon pasti menambah kalori!

Wakame Udon: Topping Rumput Laut Wakame

Wakame Udon dengan topping rumput laut wakame

Cukup tambahkan nori dan rumput laut wakame ke udon Anda, maka jadilah wakame udon!

Nikmati Beragam Udon Daerah Saat Berwisata ke Jepang

Udon, yang telah dicintai oleh masyarakat Jepang selama beberapa generasi, mencerminkan iklim dan sejarah setiap daerah. Mulai dari Sanuki udon yang kenyal, Goto udon yang lembut, hingga Hoto udon yang kaya akan bahan-bahan, setiap daerah memiliki gaya uniknya sendiri. Saat Anda berkunjung ke Jepang, jangan lupa untuk mencoba "gotouchi udon" khas daerah setempat dan temukan mangkuk favorit Anda sendiri!

👉Pesan Hotel & Ryokan di JAPANiCAN🏨


English Registration Guide

Daftar Isi