【2026 Terbaru】12 Pilihan Kuliner Akita & Rekomendasi Restoran|Kiritanpo, Inaniwa Udon, Hinai Jidori (ayam Hinai), dan Lainnya
Prefektur Akita terletak di tepi Laut Jepang, dikelilingi oleh pegunungan yang subur dan dataran yang subur. Karena wilayah ini memiliki musim dingin yang sangat dingin, budaya makanan fermentasi dan makanan awetan berkembang di sini, seperti "kiritanpo" dan "iburigakko" yang khas Akita. Selain itu, ada banyak kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Akita, seperti "Inaniwa Udon" yang merupakan salah satu dari tiga udon terbaik di Jepang, serta kue tradisional "Butter Mochi".
Kali ini, kami akan memperkenalkan kuliner Akita yang direkomendasikan. Selain itu, kami juga akan memperkenalkan restoran yang direkomendasikan untuk menikmati kuliner tersebut, jadi silakan jadikan referensi saat berwisata ke Akita.
🚅Pesan tiket Shinkansen di NAVITIME Travel!👉Klik di sini
🛫Pesan tiket pesawat di NAVITIME Travel! 👉Klik di sini
😄Nikmati perjalanan Jepang yang lebih nyaman dengan NAVITIME eSIM!👉Klik di sini
*Jika Anda membeli atau memesan produk yang diperkenalkan dalam artikel ini, sebagian dari penjualan dapat dikembalikan ke FUN! JAPAN.
Di mana bisa menikmati kuliner Akita? Area rekomendasi seperti Stasiun Akita, Yokote, dan lainnya
Pertama-tama, berikut adalah 4 area di mana Anda bisa menikmati kuliner Akita. Ada tempat yang mudah diakses dari bandara, shinkansen, atau stasiun kereta lokal, namun jika ingin menikmati semuanya tanpa batas, menggunakan mobil sewaan juga merupakan pilihan yang baik.
Sekitar Stasiun Akita|Banyak restoran masakan lokal di gedung stasiun dan kawasan pusat kota
“Stasiun Akita” merupakan stasiun yang dilalui oleh Akita Shinkansen dan kereta jalur konvensional. Sebagai salah satu stasiun terminal terbesar di Prefektur Akita, stasiun ini terhubung langsung dengan berbagai fasilitas komersial dan hotel, serta dikelilingi oleh kawasan pusat kota dan pertokoan
Di fasilitas komersial gedung stasiun "Akita Station Building Topico", terdapat restoran yang menyajikan masakan khas Akita seperti Kiritanpo dan ayam Hinai. Sekitar 3 menit berjalan kaki dari stasiun terdapat Pasar Warga Akita, yang mudah dikunjungi saat berwisata.
Yokote|Kumpulan restoran terkenal yang menyajikan makanan khas lokal, "Yokote Yakisoba".
Kota Yokote yang terletak di bagian tenggara Prefektur Akita terkenal dengan acara tradisional salju "Kamakura" yang diadakan setiap bulan Februari. Ini adalah tempat asal kuliner lokal "Yokote Yakisoba", dan di sekitar Stasiun Yokote terdapat banyak restoran spesialis yakisoba seperti "Kuidoraku Honten".
Omagari|Nikmati kuliner Akita di sela-sela menonton kembang api
Omagari di Kota Daisen dikenal secara nasional sebagai tempat diadakannya festival kembang api terbesar di Jepang, "Omagari no Hanabi". Kota Daisen merupakan pusat pertanian dan perdagangan di bagian selatan Prefektur Akita. Di sekitar pintu barat Stasiun Omagari terdapat kawasan kuliner, dan karena stasiun ini juga dilalui Shinkansen, tempat ini mudah untuk dikunjungi.
Kakunodate|Banyak restoran kuliner Akita di sekitar Bukeyashiki-dori (Jalan Kediaman Samurai)
Kakunodate di Kota Semboku, Prefektur Akita, adalah kota kastel bersejarah yang dijuluki "Kyoto Kecil di Tohoku". Deretan pagar papan hitam dan rumah samurai yang masih mempertahankan nuansa zaman Edo, telah ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting Nasional. Di sekitar Bukeyashiki-dori Kakunodate terdapat banyak restoran kuliner Akita, dan karena stasiun ini juga dilalui Shinkansen, area ini mudah untuk dikunjungi.
12 Pilihan Kuliner Lokal Akita yang Lezat & Rekomendasi Restoran
Apa saja kuliner lokal yang wajib dicoba saat berkunjung ke Akita? Di sini, kami memperkenalkan restoran dan tempat penjualan yang mendapat peringkat tinggi di situs ulasan kuliner dan pencarian restoran seperti "Tabelog", serta yang muncul di hasil pencarian teratas.
Kiritanpo|Tekstur kenyal dan aroma panggang yang khas
Kiritanpo adalah salah satu masakan khas yang mewakili Prefektur Akita, terbuat dari nasi. Nasi yang sudah matang setengah dihancurkan, lalu dibentuk di sekitar tusuk kayu cemara dan dipanggang di atas arang hingga harum.
Rasanya sudah enak dimakan begitu saja, namun yang direkomendasikan adalah "Kiritanpo Nabe" yang direbus bersama ayam Hinai dan sayuran musiman. Hidangan ini bisa dinikmati sepanjang tahun, tetapi musim yang paling direkomendasikan adalah dari musim gugur hingga musim dingin ketika bahan-bahannya sedang paling lezat.
Rekomendasi restoran yang menyajikan kiritanpo
- Kitaaki Club (Tabelog・Wajib Reservasi): 15-6 Saiwaicho, Odate-shi, Prefektur Akita
- Akita Kiritanpoya Akita Ekimae Honten (Link Reservasi): 1F, Midoriya Building, 2-7-6 Nakadori, Akita-shi, Prefektur Akita (Untuk 6 orang atau lebih, reservasi via telepon diperlukan)
Inaniwa Udon|Salah Satu dari Tiga Udon Terkenal di Jepang
"Inaniwa Udon" berkembang menjadi salah satu produk terkenal yang mewakili Prefektur Akita dan juga sebagai salah satu dari tiga udon terbaik di Jepang. Konon, pada awal zaman Edo, seorang bernama Ichibee Sato yang tinggal di Ozawa, daerah Inaniwa, mulai membuat udon kering menggunakan tepung terigu lokal.
Inaniwa udon yang memiliki tekstur halus dan licin ini telah dikenal sebagai makanan mewah sejak zaman Edo. Dikatakan bahwa keluarga Satake, penguasa daerah Akita saat itu, juga menggunakannya sebagai hadiah untuk daimyo lain. Selain itu, konon hidangan ini tidak pernah dikonsumsi oleh masyarakat umum hingga tahun 1972, ketika Sato Yosuke, seorang pemilik toko udon Inaniwa ternama “Sato Yosuke Shoten” membuka teknik pembuatannya serta komposisi tepungnya kepada pihak di luar keluarganya.
Rekomendasi restoran yang menyajikan Inaniwa Udon
- Sato Yosuke Sohonten (Tabelog): 80 Inaniwamachi Aza Inaniwa, Kota Yuzawa, Prefektur Akita
- Kanbun Gonen-do Akita-ten (Tabelog): 1F, Area Nakaichi, 1-4-3 Nakadori, Akita-shi, Prefektur Akita
Yokote Yakisoba|Hidangan lezat dengan Telur Mata Sapi di Atasnya
Yokote Yakisoba adalah makanan khas Kota Yokote, Prefektur Akita, yang menggunakan mie tebal dan lurus. Bahan-bahannya meliputi kol dan daging babi cincang, lalu disajikan dengan telur mata sapi dan acar fukujinzuke sebagai pelengkap.
Bumbunya berbasis saus Worcestershire, namun setiap restoran memiliki variasi rasa tersendiri sehingga Anda bisa menikmati cita rasa yang berbeda-beda. Umumnya, rasanya tidak terlalu pedas dan memiliki cita rasa yang lembut.
Yokote Yakisoba konon pertama kali muncul pada tahun 1953. Hidangan ini muncul dari proses penciptaan menu baru yang memanfaatkan teppan (plat besi).
Rekomendasi restoran yang menyajikan Yokote Yakisoba
- Kuidoraku Honten (Link Reservasi): 7-13 Maegou Ichibancho, Kota Yokote, Prefektur Akita
- Fujiharu Shokudo (Tabelog・Tidak menerima reservasi): 22-3 Oyanomachi Aza Donomae, Kota Yokote, Prefektur Akita
Ayam Hinai|Tekstur Kenyal dan Lezat! Oyakodon Sangat Direkomendasikan
Ayam Hinai adalah ayam lokal yang dibudidayakan di Prefektur Akita. Ciri khasnya adalah daging yang kenyal, lemak yang manis, dan kulit yang tebal. Bersama dengan ayam Satsuma dan Nagoya Cochin, ayam ini dinilai tinggi sebagai salah satu dari "Tiga Ayam Lezat Terbaik di Jepang".
Ada berbagai jenis hidangan yang menggunakan ayam Hinai Jidori, seperti yakitori, steak, dan oyakodon. Di antara semuanya, yang paling direkomendasikan adalah oyakodon. Anda bisa menikmati kuning telur yang kental dan daging ayam yang penuh umami sekaligus.
Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Hinai Jidori
- Akita Hinai Toriyaya (Tabelog): 1-20-1, Kabukicho, Shinjuku-ku, Tokyo
- Toko Penanggung Jawab Produksi Ayam Hinai Asli Abe-ya Akita (Link Reservasi): 1F, 1-20-1, Kabukicho, Shinjuku-ku, Tokyo
Daging Sapi Akita|Tekstur Daging yang Lembut dan Kaya Umami
Daging sapi bermerek dari Prefektur Akita, "Akita Gyu", adalah daging sapi jenis Kuroge Wagyu yang diternakkan dengan pakan yang dicampur beras khas Akita, yang terkenal sebagai daerah penghasil beras. Kaya akan asam oleat yang baik untuk kesehatan usus dan kecantikan kulit, lemaknya mudah meleleh di mulut, serta tekstur dagingnya lembut dan kaya rasa.
Di antara merek yang terkenal adalah “Akita Yuri Gyu” dan “Akita Nishiki Gyu”. Akita Yuri Gyu merupakan wagyu berkualitas tinggi yang diternakkan di lingkungan alam yang subur di kaki Gunung Chokai dengan pakan yang mengandung beras. Sementara itu, Akita Nishiki Gyu diternakkan secara perlahan di tengah iklim yang keras di wilayah utara dan dikenal karena keseimbangan yang baik antara daging merah dan lemaknya.
Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Daging Sapi Akita
- Akita Gyu Gentei Ekimae Honten (Link Reservasi): 2-6-44 Nakadori, Kota Akita, Prefektur Akita, Lantai 2
Hidangan Hatahata|Ikan Khas Akita yang Terkenal untuk Nabe dan Sushi
Hatahata, ikan khas Prefektur Akita, adalah cita rasa lokal yang sedang musim pada akhir November hingga Desember.
Hatahata biasanya hidup di laut dalam dengan kedalaman 500 meter, dan hanya muncul dalam jumlah besar di perairan dekat pantai selama musim bertelur ketika laut bergelora dan petir menggelegar. Konon, nama hatahata berasal dari “hatahatagami”, istilah kuno yang berkaitan dengan kilat dan petir. Karena itu, ikan ini juga dikenal dengan nama “kaminari-uo”, yang berarti “ikan petir”.
Hidangan khasnya antara lain "Shottsuru Nabe" yang menggunakan kecap ikan shottsuru, "Shioyaki" (panggang garam) dengan telur ikan yang kenyal, dan "Hatahata Sushi" tradisional yang diasinkan dengan nasi dan bumbu koji.
Shottsuru nabe adalah hidangan dengan daging ikan hatahata yang lembut dan telur ikan "buriko" yang kenyal, dipadukan dengan sup ringan dan aroma khas shottsuru yang sangat cocok, menghasilkan rasa gurih yang lembut. Biasanya bahan lain seperti tahu, daun bawang, dan sawi putih juga ditambahkan, namun di daerah asalnya, Oga, hanya menggunakan ikan hatahata saja.
Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Hidangan Hatahata
- Akita Kawabata Sakanaya Sakaba Akita Honten (Link Reservasi): 4-2-35 Omachi, Kota Akita, Prefektur Akita
Damakonabe|Masakan Rumahan dengan Daging Ayam dan Bola Nasi
"Damakonabe" adalah masakan rumahan khas Akita yang wajib ada di musim dingin. Hidangan ini dibuat dengan sup berbahan dasar tulang ayam, daging ayam, sayuran, dan bola nasi (damago) yang dibentuk dari nasi yang ditumbuk dengan ulekan. Daerah asalnya diyakini adalah wilayah Minami-Aki di sekitar Danau Hachirogata.
Pada awalnya, ada cara makan yang disebut "tsukego" di mana ikan seperti wakasagi, funa, dan shirauo yang ditangkap di Danau Hachirogata. Ikan-ikan itu dipanggang dan dimasukkan ke dalam sup, lalu dibumbui dengan miso. Namun, karena Danau Hachirogata direklamasi dan hasil tangkapan ikan menurun drastis sehingga konsumsi ikan menurun, tulang dan daging ayam mulai digunakan sebagai pengganti ikan.
Nama "damako" berasal dari bentuk bulatan nasi. Di Akita, mainan anak-anak yang disebut "otedama" disebut juga "damako", dan bola nasi yang dibulatkan dengan lesung menyerupai bentuk otedama tersebut, sehingga bola nasi ini pun disebut "damako". Ada juga teori yang mengatakan bahwa karena damako sangat lezat sehingga anak-anak makan dengan lahap tanpa bicara, maka anak yang makan diam-diam disebut "damakko".
Rekomendasi restoran yang menyajikan Damako Nabe
- Masakan Akita Chawanya (Tabelog): 4-2-7 Omachi, Kota Akita, Prefektur Akita
- Michi-no-Eki Gojome Shokujidokoro Damako-an (Situs Resmi, tidak menerima reservasi): 76-1 Kamihirogano, Shimoyamauchi, Futtsunai, Gojome-machi, Minamiakita-gun, Prefektur Akita
Iburigakko
Iburigakko adalah acar khas Akita yang diasap dan dikeringkan. Saat ini dibuat di seluruh wilayah prefektur, namun dulunya merupakan masakan tradisional yang dibuat oleh petani di daerah pedalaman Akita.
Latar belakang lahirnya iburigakko adalah iklim khas wilayah selatan pedalaman Akita. Daerah ini mengalami musim dingin lebih awal, sehingga lobak yang dijemur untuk membuat takuan tidak bisa benar-benar kering sebelum suhu turun di bawah nol derajat, karena salju yang tebal. Oleh karena itu, lobak dijemur di atas irori (perapian tradisional Jepang) di dalam rumah. Dengan mengeringkan lobak menggunakan panas dan asap dari irori, daya tahan lobak meningkat dan bisa dimakan sepanjang musim dingin.
Takuan yang dikeringkan di atas irori inilah yang menjadi cikal bakal iburigakko, dan asal-usulnya dikatakan sudah ada sejak zaman Muromachi.
Rekomendasi toko untuk membeli Iburigakko
- Iburigakko Honpo Ogachino Kimuraya (Situs Resmi): 91 Tokiwa-cho, Shimouchi, Kota Yuzawa, Prefektur Akita (Toko milik perusahaan)
- Omiyage-dokoro Komachien (Situs Resmi): 7-1-2 Nakadori, Kota Akita, Prefektur Akita, Stasiun JR Akita Lantai 2
Butter Mochi|Manisan lembut dengan tekstur empuk
Butter mochi adalah manisan populer dari Prefektur Akita yang dibuat dengan mochi dan mentega. Bahan utamanya adalah beras ketan, mentega, kuning telur, dan gula. Meski sederhana, rasanya manis lembut dan teksturnya yang empuk sangat menarik.
Disarankan untuk dimakan langsung tanpa dipanggang, sehingga Anda bisa menikmati sensasi lembut dan kenyal yang khas. Butter mochi dapat dibeli di hotel dan toko oleh-oleh di Kota Kitaakita.
Rekomendasi toko untuk membeli Butter Mochi
- Shikibikan (Situs Resmi): 3-1 Odokami, Ani-Maeda, Kota Kitaakita
- Michi-no-Eki Takanosu (Situs Resmi): 62-8 Ootsumichishita, Tsuzuko, Kota Kitaakita, Prefektur Akita (sepanjang Rute Nasional 7)
Babahera Ice|Es krim buatan nenek
Babahera Ice adalah es khas Akita yang terdiri dari es serut berwarna merah muda dan es rasa pisang berwarna kuning yang disajikan bersama dalam satu cone. Tergantung musim, terkadang juga tersedia varian rasa musiman seperti melon atau anggur.
Nama unik “Babahera” berasal dari kata “baba”, yang dalam dialek Akita berarti wanita lanjut usia, dan “hera”, yaitu alat logam tipis dan pipih yang digunakan para wanita tersebut untuk menyajikan es krim. Gabungan kedua kata inilah yang kemudian melahirkan nama “Babahera”.
Toko rekomendasi untuk membeli Babahera Ice
- Akita Airport Building Omiyage Hiroba A・Eru (Situs Resmi, penjualan tidak tetap): 49 Yamakago, Yuwa Tsubakigawa, Kota Akita, Prefektur Akita
Morokoshi|Wagashi (kue tradisional Jepang) yang terbuat dari beras ketan
"Morokoshi" merupakan salah satu kue tradisional khas Akita yang terkenal. Asal-usulnya dapat ditelusuri hingga zaman Edo. Kue ini merupakan salah satu jenis rakugan, yaitu wagashi yang dibuat dengan mencampurkan tepung dengan gula dan sedikit sirup pati, kemudian dicetak menggunakan cetakan kayu dan dikeringkan. Ciri khasnya adalah menggunakan tepung kacang merah, bukan tepung beras ketan, dan karena kulit kacang merah dihilangkan, warnanya menjadi agak putih.
Toko rekomendasi untuk membeli Morokoshi
- Ganso Akita Morokoshi Honpo Sugiyama Juzando (Situs Resmi): 233-199 Okawabata, Kawajiri-cho, Kota Akita, Prefektur Akita
- Torodoan Kakunodate Sakura Namiki-ten (Situs Resmi): 124-2 Kitano, Kakunodate-machi, Kota Semboku, Prefektur Akita
Beras Akita|Akita Komachi, Sakihokore, dan lainnya
Prefektur Akita adalah salah satu daerah penghasil beras terkemuka di Jepang. Selain merek terkenal "Akita Komachi", varietas baru "Sakihokore" yang dikembangkan untuk mengejar cita rasa terbaik juga sedang menjadi sorotan. Selain itu, varietas lain seperti "Hitomebore", "Menkoina", dan "Yumeobako" yang memiliki hasil panen tinggi dan keseimbangan rasa yang baik juga dibudidayakan di sini.
Khususnya, Sakihokore juga tersedia dalam ukuran kecil seperti 2 cup, sehingga cocok untuk oleh-oleh.
Toko rekomendasi untuk membeli Beras Akita
- Omiyage-dokoro Komachien (Situs Resmi): 7-1-2 Nakadori, Kota Akita, Prefektur Akita, Stasiun JR Akita Lantai 2
- Akita Airport Building Omiyage Hiroba A・Eru (Situs Resmi): 49 Yamakago, Yuwa Tsubakigawa, Kota Akita, Prefektur Akita
Kuliner Akita penuh dengan pesona khas Jepang
Beragam kuliner yang dapat dinikmati di Akita merupakan hidangan tradisional yang memanfaatkan kekayaan alam dan karakter daerah setempat, serta terus diwariskan hingga kini. Melalui kuliner khas Akita, nikmatilah kesempatan untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya kuliner Jepang.
👉Pesan Hotel & Ryokan di JAPANiCAN🏨



