

Di Taman Shiroi Koibito, saya tidak hanya dapat melihat proses pembuatan kue kering sampai pengemasannya, tapi juga saya dapat mempelajari sejarah tentang coklat dan gula. Konsep penyajian sejarah coklat ini juga dibuat dengan sangat menarik、 dengan membuat miniatur, seperti miniatur pabrik coklat di Inggris pada abad 19. Selain itu, taman ini juga mengajak para pengunjung untuk merasakan pengalaman membuat kue kering dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh tanpa dipungut bayaran lagi. Tapi sayang sekali, saat itu saya tidak mencoba membuat kue kering sendiri karena keterbatasan waktu. Shiroi Koibito Park juga difasilitasi dengan kereta uap mini untuk mengelilingi seluruh area taman. Pengunjung hanya perlu membayar 300 yen untuk dewasa, dan 200 yen untuk anak berusia 12 tahun untuk dapat naik kereta ini.


Sebelum pulang, saya menikmati es krim parfait di sebuah kafe menarik pada lantai atas gedung yang dibuat dengan interior klasik dengan perabotan antik. Dari jendela di dalam kafe, pengunjung dapat melihat pemandangan taman di halaman gedung Shiroi Koibito. Setelah itu, tidak lupa saya membeli oleh-oleh kue kering yang menjadi favorit saya. Saya juga tidak melewatkan kesempatan untuk membeli produk lainnya seperti susu coklat didalam kemasan kaleng khas Shiroi Koibito dan coklat putih unik dengan bentuk boneka salju.


Comments