Seberapa Unik Ajaran Agama Shinto?

Shinto adalah agama rakyat Jepang yang telah ada sejak zaman kuno, tanpa pendiri atau doktrin, dan didasarkan pada kepercayaan dan pemujaan terhadap dewa-dewa yang ditemukan di banyak kuil di seluruh Jepang. Di sini, kami akan memperkenalkan Ajaran Agama Shinto Jepang yang unik, yaitu cara berpikir, karya para biksu yang melayani para dewa di kuil, dan peran gerbang torii kuil.

Dalam Ajaran Dalam Shinto, Alam, Objek, dan Manusia dapat menjadi Dewa

Di Jepang, terdapat  sebuah filsafat yang disebut "delapan juta dewa", di mana dipercayai bahwa dewa bersemayam di berbagai hal yang ada di dunia, termasuk dewa yang muncul dalam mitologi, manusia, hewan, bahkan batu. "Delapan juta" digunakan untuk mengartikan bahwa terdapat begitu banyak jumlah dewa yang tak terhitung banyaknya.

Ini memberi tahu kita bahwa orang Jepang memiliki rasa hormat dan pemujaan yang kuat terhadap alam. Beberapa contoh dewa yang ada adalah dewa gunung, seperti Gn. Fuji dan Mt. Miwa, dewa sawah di pedesaan di seluruh Jepang, dan dewa dapur dan toilet. Kamu akan terkesima dengan banyaknya dewa yang tidak terpikirkan saat mengunjungi kuil di Jepang.

Karya Para Biksu yang Mengabdi di Kuil Shinto

Seorang biksu, disebut "Kannushi" atau "Shinshoku", adalah orang yang mengabdi kepada para dewa di kuil Shinto Jepang. Di beberapa kasus, orang yang mengabdi sebagai biksu di kuil memiliki kualifikasi dari Asosiasi Kuil Shinto. Tugasnya adalah berdoa kepada dewa untuk hal-hal seperti membersihkan pengaruh jahat dan penyakit, dan melakukan berbagai ritual di event dan festival tahunan. Selain itu, tugas lainnya adalah termasuk pekerjaan administrasi kantor terkait kuil, pemeliharaan dan pembersihan di dalam kuil.

Jenis Dewa Apa yang Diabadikan di Kuil Shinto?

Terdapat berbagai dewa di banyak kuil di seluruh Jepang. Misalnya, Ise Jingu dipersembahkan kepada berbagai dewa, termasuk Amaterasu Okami, dewa matahari dan dewa Jepang yang paling berharga. Di Kuil Izumo Taisha, ada dewa yang diabadikan yang muncul dalam mitologi, seperti penguasa agung Okuninushi no Kami.

Selain itu, ada banyak kuil yang tersebar di seluruh negeri, seperti Shirohebi Jinja dan Inari Jinja, yang didedikasikan untuk ular dan rubah. Ada juga kuil yang didedikasikan untuk dewa yang tidak biasa, seperti Kuil Binbougami, atau "Kuil Kemiskinan", di mana kamu bisa pergi untuk mengusir dewa kemiskinan yang hidup di dalam dirimu. Tempat suci ini direkomendasikan bagi mereka yang ingin mengusir rasa "miskin" di hati mereka.

Peran Gerbang Torii di Shinto: Gerbang yang Dilewati Dewa

Peran gerbang torii di kuil Shinto adalah sebagai batas yang memisahkan kuil dari dunia luar. Terdapat gerbang yang terletak baik di dalam maupun di luar kawasan, dan ini dianggap dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus dari tempat suci saat kamu melewati setiap gerbang torii berikutnya. Juga, ketika melewati torii, membungkuk  memberi hormat sebelum masuk kuil adalah suatu bentuk penghormatan kepada dewa, dan kemudian memberi hormat lagi ketika kamu meninggalkan kuil. Dan karena jalan di tengah adalah jalan para dewa, berjalanlah di sisi kiri dan kanan jalan.

Daftar Isi

Survey[Survei] Liburan ke Jepang







Recommend